SI Kota Bogor Kecam Cuitan Ferdinand Hutahaean

oleh -206 views
SI Kota Bogor, SI, Ferdinand Hutahaean, SARA
Subhan Murtadla, Ketua Pimpinan Cabang Syarikat Islam Kota Bogor

BOGOR (LEAD.co.id) – Syarikat Islam (SI) Kota Bogor mengecam Cuitan Ferdinand Hutahaean beberapa waktu lalu karena dinilai dapat merusak harmonisasi Kesatuan dan Kebangsaan di Indonesia.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela,” demikian bunyi cuitan Ferdinand Hutahaean di akun Twitternya.

Ketua SI Kota Bogor, Subhan Murtadla menyatakan mendukung pihak Kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah atas kasus ini agar situasi menjadi kondusif.

“Kami mendukung kepada pihak-pihak yang melaporkan, ini bentuk pembelajaran atas sikap Ferdinand Hutahaean yang telah mengusik perasaan ummat,” kata Subhan dalam keterangan pers, pada Kamis (6/1/2022).

Baca :  Bukber dan Santunan Yatim, Walikota Bogor Minta SI Dukung Program Pembangunan Masyarakat

Cuitan Ferdinand Hutahaean itu telah memicu reaksi publik. Wakil Ketua MUI Anwar Abbas juga mengecam cuitan tersebut yang dinilai sebagai bentuk pelecehan.

Akibat cuitan itu, Ormas BMI Sulsel hingga Ketua DPP KNPI Haris Pratama telah melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Mabes Polri.

“Mohon do’a dari seluruh masyarakat Indonesia, hari ini jam 13.40 saya sedang menuju Bareskrim buat laporan,” kata Haris Pratama dalam akun Twitternya, pada Rabu (5/1/2022).

Bareskrim Mabes Polri telah menindak-lanjuti dengan menaikkan status kasus yang melibatkan Ferdinand Hutahaean ke tahap penyidikan.

Baca :  Medical Representative, SI Kota Bogor Siapkan Generasi Muda Siap Kerja

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, penaikan status kasus tersebut dilakukan usai Direktorat Siber Mabes Polri melakukan pemeriksaan tambahan terhadap dua orang saksi dan lima orang saksi ahli.

“Hasil gelar perkara memutuskan menaikkan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan,” kata Ramadhan dalam keterangannya, pada Kamis (6/1).

Ferdinand sendiri telah menghapus twit tersebut. Dia memberikan klarifikasi dan meminta maaf, dan menyatakan bahwa apa yang dilakukan tidak berniat menghina agama mana pun.

Merespons itu, Subhan mengatakan, Ferdinand Hutahaean seharusnya tidak memainkan hal yang berkaitan dengan unsur SARA sehingga memancing situasi kondusif menjadi gaduh.

Baca :  Syiar Ramadhan 1446 H, SI Kota Bogor Gelar Ifthor Jama’i dan Santunan Yatim

“Ferdinand Hutahaean sangat tidak bijak dalam bermedsos, dapat mengusik perasaan ummat, terlalu arogan dan angkuh dengan sikapnya yang tidak mengedepankan kepentingan kesatuan dan persatuan bangsa,” sebut Subhan.

Namun demikian, Subhan meminta masyarakat untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan dengan menyerahkan kasus itu kepada penegak hukum agar diselesaikan.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *