Site icon LEAD.co.id

Siap Kolaborasi dengan Kemenparekraf, IPSC Tawarkan Bantuan Kesadaran HKI bagi UMKM

JAKARTA (LEAD.co.id) – Direktur Intellectual Property Studies Center (IPSC) mengapresiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang dinilai membantu memberikan data jumlah UMKM di Indonesia.

Audiensi yang berlangsung di gedung Kemenparekraf RI, diwakili oleh Ari Juliano Gema membuat IPSC juga mengetahui berapa jumlah data yang sadar akan karya intelektualnya.

“Kami sangat sangat berterimaksih kepada Pihak Kemenparekraf khususnya Bapak Ari, telah menerima dan menyambut baik Audiensi kami,” kata Khoirul Anam dalam keterangan persnya, di Jakarta (10/12/2021).

Dalam audiensi itu, pihaknya juga menyampaikan IPSC fokus pada edukasi dan pendampingan hasil HKI, khususnya untuk kelompok UMKM atau ekonomi kreatif yang ada di Indonesia.

Menurut dia, saat ini perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) telah berkembang dengan pesat dan berpotensi menjadi bisnis skala besar terbuka lebar hingga dapat bersaing di dunia Internasional.

“Menurut Pihak Kemenparekraf, saat ini jumlah UMK di Indonesia kurang lebih 80 jutaan, namun hanya 11 persen yang aware terhadap HKI. Dengan kondisi ini kami justru terpacu untuk segera memberikan kontribusi nyata dalam bentuk edukasi, pendampingan kepada pelaku UMKM,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya menginginkan HKI yang berhubungan dengan nilai sebuah produk dan melekat di dalamnya. Sehingga, UMKM yang memiliki brand yang bagus, nilainya akan semakin naik dan bisa mendatangkan banyak investor untuk mengembangkan bisnisnya.

“Banyak yang kami bahas, termasuk menyampaikan niat baik kami untuk dapat berkontribusi dan berkolaborasi dengan Kemenparekraf untuk mempercepat agenda-agendanya dalam penguatan Umkm,” harap Khoirul.

IPSC sebagai lembaga studi HKI Indonesia menyatakan telah bertekad dan menjadikan UMKM sebagai segmentasi utamanya dalam membangun edukasi dan pemahaman tentang HKI. karenanya, IPSC ingin ekonomi terangkat dari kalangan bawah bukan hanya melalui pengusaha kelas atas saja.

“Kami ingin Ekonomi Indonesia bangkit dari kalangan bawah juga (UMK), karena mereka memiliki potensi besar sebagaimana pengusaha-pengusaha besar lainnya, maka dari itu kami bertekad ini sebagai segmen utama kami sampai bisa go internasional,” pungkas Khoirul.

 

Kontributor: Permana
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version