LEAD, – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mulai melakukan tindakan nyata dalam memberantas sindikat perdagangan orang. Menteri P2MI, Mukhtarudin, mengungkapkan bahwa tim siber dan Satgas TPPO telah berhasil memetakan identitas jaringan mafia di balik modus intimidasi yang dikenal dengan sebutan “Gugat Balik”.
Modus ini sebelumnya sangat meresahkan karena menggunakan surat ancaman bermaterai untuk menyandera keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mukhtarudin menegaskan bahwa identitas para sponsor dan calo ilegal tersebut telah terverifikasi dan siap ditindak secara hukum.
Ketua Jaringan Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, memberikan apresiasi atas keberanian pemerintah. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan kemenangan awal bagi rakyat kecil yang selama ini hidup dalam tekanan dan ketakutan akibat ulah mafia.
“Hari ini kita melihat nyali pemerintah tidak luntur. Data sudah di tangan, publik kini menunggu momen ‘Jumat Keramat’ ketika para dalang teror administratif ini benar-benar diseret ke Bareskrim Polri,” ujar Romadhon di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Langkah Nyata Kementerian P2MI:
1. Profiling Digital – Melacak jaringan penyebar surat ancaman hingga ke level desa.
2. Izin Wali Digital – Mempercepat penerapan sistem biometrik di aplikasi Siskopmi untuk menghapus penggunaan surat manual yang rawan manipulasi.
3. Pendampingan Desa – Memperkuat pengawasan di Jawa Barat dan NTB melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan.
Romadhon Jasn menekankan pentingnya pendekatan “tangan besi” dalam melindungi keluarga PMI. Ia mendesak agar sinergi antara P2MI dan Bareskrim Polri berjalan solid tanpa hambatan birokrasi.
“Jangan ada kompromi. Rakyat butuh bukti bahwa negara lebih kuat daripada gertakan kertas materai ilegal. Mafia ini licin, maka penindakannya harus melalui operasi senyap yang mematikan,” tegas Romadhon.
Menteri Mukhtarudin optimistis pembersihan mafia ini akan mempermudah pencapaian target penempatan 700.000 PMI terampil pada tahun 2026. Ia juga mengimbau para sponsor ilegal untuk segera menghentikan praktiknya sebelum negara mengambil tindakan yang lebih keras.
Sebagai penutup, Romadhon Jasn menyatakan dukungan penuhnya terhadap integritas kementerian. “Keberhasilan membongkar jaringan ini adalah ujian nyata. Kita dukung penuh menteri untuk menyikat habis mafia sampai ke akar-akarnya demi martabat bangsa,” pungkasnya.





