Siasati Kelangkaan, Gubernur Sulteng Buat APD Secara Mandiri

oleh -221 views
APD, Mandiri, Corona, Gubernur Sulteng
Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyiasati dengan membuat perlengkapan protektif (APD) secara mandiri.

LEAD.co.id | Merespon kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) untuk paramedic di sejumlah Rumah Sakit (RS), Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Longki Djanggola menyiasati dengan membuat perlengkapan protektif secara mandiri.

“Untuk tahap awal dibuat 500 APD bekerjasama dengan SMK 1 dan SMK 5,” kata Longki didampingi Kadis Kesehatan dr. Reny A. Lamadjido, Direktur RSUD Undata dr. I Komang Adi Sujendra dan Karo Humas Protokol Drs. Moh. Haris, bertemu dengan para perawat dan dokter RS Undata, di RS Undata, Senin (23/3/2020).

Saat ini, APD itu tengah diproduksi di dua SMK itu. Dipastikan, APD hasil karya anak-anak SMK 1 dan SMK 5 Palu itu akan segera didistribusi kepada para tenaga medis di Sulawesi Tengah.

Baca :  Corona Membuka Literasi Menuju Prestasi

Untuk mengantisipasi kekurangan tenaga kesehatan maka gubernur telah meminta kadis membuka lowongan sukarelawan yang kini pendaftarnya sudah mencapai 48 orang.

“Mari kita sama-sama punya itikad memerangi covid dan menyelamatkan yang sudah terjangkit,” pungkas Longki.

APD, Gubernur Sulteng, Mandiri
Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyiasati dengan membuat perlengkapan protektif secara mandiri.

Demi memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan, SMK Negeri 5 Palu, Sulawesi Tengah memproduksi 200 APD.

Ketua Unit Produksi, Raja Patta, mengatakan pembuatan APD tersebut bekerjasama dengan RSUD Undata Palu. Saat ini yang sudah jadi baru sekitar 100 APD dengan target pengerjaan selama 1 Minggu.

Baca :  DPD Partai NasDem Pamekasan Salurkan APD Bantu Penanganan COVID-19

“Pembuatan APD ini bekerjasama dengan RSUD Undata Palu untuk memenuhi kebutuhan APD,” jelasnya.

Dalam produksi APD, melibatkan 7 orang terdiri dari guru serta alumni SMK Negeri 5 Palu. Baju diproduksi menggunakan mesin jahit serta alat lainnya dari SMK Negeri Palu. Sementara kain yang digunakan berbahan kain spunbon.

Menurut Raja, bahan tersebut digunakan sesuai rekomendasi standar APD dari pihak RSUD Undata Palu. Demikian kata Raja Petta, untuk model APD yang dibuat juga sesuai standar APD, berupa topi hingga masker.

“Bahan baku kami dapatkan di Kota Palu. Saat ini sudah mulai berkurang bahannya,” Jelas Raja sek agus guru Kreasi Tekstil SMK Negeri Palu.

Baca :  Minim APD, Bayangi Pelaksanaan Pilkada di Masa New Normal

Editor : Fardiansyah
Reporter: A. Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *