Site icon LEAD.co.id

Silaturahmi dengan Media, Perumda Tirta Pakuan Bahas Kekeruhan Air

HUT Tirta Pakuan, Perumda Tirta Pakuan, Silaturrahim, Awak Media

BOGOR (Lead.co.id) – Direksi Perumda Tirta Pakuan menggelar silaturahmi dengan awak media dalam rangka HUT ke-45, di IPA Palasari, Kecamatan Cijeruk, Bogor, pada Rabu (30/3/2022). Dalam pertemuan ini, pihaknya membahas masalah kekeruhan air di zona 7.

Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira mengaku bahwa, sampai saat ini perusahaannya masih dihadapkan pada permasalahan tingkat kekeruhan air di wilayah zona 7 Kota Bogor.

“Permasalah utama mungkin masih di zona 7. Kemarin juga kami temu pelanggan zona 7 dan kami ceritakan permasalahan itu,” ungkap Rino dalam sambutannya.

Perusahaan Tirta Pakuan menggunakan SPAM Katulampa dengan memanfaatkan sumber air baku dari sungai Ciliwung yang mengalami kekeruhan sampai 6.800 Nephelometric Turbidity Unit (NTU). Sementara standar air baku yang bisa dikelola di bawah 1.000 NTU.

“Siklus kekeruhan air ini juga unik biasa jam 11 siang sampai 7 malam, setelah itu bening atau normal. Nah, jam 10 malam keruh lagi,” kata Rino.

Menurut dia, hal itu menjadi tantangan bagi perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan kekeruhan air sungai Ciliwung. Di zona 7 sendiri tercatat 34 ribu pelanggan yang mengandalkan pasokan air dari SPAM Katulampa
dengan kapasitas 320 liter per detik.

“Nah, pada masa sampai 5.000 NTU kami hanya bisa mengolah sekitar 240 sampai 250 liter per detik. Artinya, ada kekurangan sekitar 70 liter per detik yang hasil akhirnya mengakibatkan beberapa wilayah terkendala pasokan air,” ujarnya.

Sebagai upaya menangani kekeruhan air, pihaknya telah melakukan eksperimen untuk penggunaan bahan kimia baru dan sudah beberapa kali tes di laboratorium untuk mencari komposisi yang cocok.

“Itu sudah selesai di tingkat laboratorium dan sudah mulai pada tingkat pengolahan secara produksi. Ada hasil yang bagus, tapi perlu dilakukan penyempurnaan,” paparnya.

Pihaknya juga menerapkan metode pembubuhan dengan bahan kimia yang biasa digunakan pada saat pra sedimentasi dan pengolahan air. Metode ini menunjukkan hasil yang bagus hanya saja dengan kekeruhan air sampai 2.000 NTU.

Namun demikian, kata Rino, dengan metode ini terjadi penumpukan lumpur dari biasanya 1 persen bisa menjadi 50 persen. Sehingga, banyak saluran tersumbat dan harus banyak melakukan pembuangan air sisa produksi.

Langkah selanjutnya, Perumda Tirta Pakuan mengatur ulang jalur pembagian wilayah layanan. Air sebagian dari wilayah layanan zona 4 sekitar 30 liter per detik dibagi untuk memenuhi wilayah layanan tertentu dengan sekitar 5.000 pelanggan.

Untuk langkah lain, tambah Rino, tentunya penambahan kapasitas air untuk pasokan di wilayah layanan zona 7 itu sendiri. Pihaknya berencana akan mengoperasikan sementara atau ujicoba IPA yang kerja sama dengan PT Unitex Tbk.

“Kami sedang godok ini dan buat PKS (perjanjian kerja sama) dalam waktu singkat. Walaupun dari rencana awal ini dilakukan akhir tahun, tapi kami coba untuk mempercepat proses penanggulangan di zona 7,” pungkasnya.

Exit mobile version