Oleh: Apendi Arsyad
Alhamdulillah, subhanallah wallahu Akbar..
Senang dan berbahagia sekali melihat beberapa postingan adinda Andi Irman, dimana adinda Prof Dr H Arif Satria SP, MSi (Prof. ASA), yang baru terpilih dalam forum Muktamar ICMI VII di Bandung, pada bulan Desember 2021 yang baru lalu, telah melakukan kunjungan ke berbagai pihak untuk menyambung tali silaturrahmi, serta memperkenal diri (ta’awum).
Maksud silaturrahmi Prof. ASA ke berbagai tokoh, dalam arti berupaya menjelaskan visi dan misi ke-ICMI-an beliau untuk tugas 5 tahun ke depan (2021-2026), yang beliau emban dan akan memperjuangkan dan menjalankannya dengan penuh rasa tanggung-jawab dan keikhlasan karena Allah SWT.
Saya melihat, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) masa bhakti tahun 2021-2026 sudah bertemu langsung, bertatap muka, dan bersilaturahmi dengan orang-orang penting negeri ini yakni: Ketum DMI, sesepuh Kahminas Dr (HC) HM Yusuf Kalla (mantan Wapres 2 Presiden RI), Ketum PB NU KH Yahya Cholil Staqub, Sekjen PP Muhammadyah bpk Prof KH Abdul Mu’ti, dan lainnya, adalah perbuatan terpuji.
Prof ASA sebagai tokoh muda Islam, pemimpin millenial Indonesia yang baru muncul, tindakan gemar bersilaturrahmi ini merupakan refleksi sikap yang berakhlaq mulia (ahlaqul karimah) dan sungguh amat dinantikan publik dan dirindukan umat, sebab ada kesan bahwa ukhuwah Islamiyah sangat mudah dipidatokan dalam berbagai retorika, akan tetapi sangat sulit diamalkan dalam hidup keseharian apalagi dalam kehidupan perpolitikan di negara Pancasila ini, amat sulit sekali, nauzubillahi minzalik.
Beliau ini, adindaku Prof ASA sedang berusaha mengamalkan ajaran Al Quran dan Assunnah (QnS) Nabi dan Rasul Muhammad SAW, sosok manusia yang patut disuritauladani pola berperikunya, jika kita berkemauan untuk selamat hidup baik di dunia dan akhirats sebagaimana janji Allah SWT, suritauladani aklaqul karimah nabi dan rasul Muhammad SAW.
Pemimpin ICMI yang baru ini, Prof ASA sangat paham syariat DinnulIslam, apa manfaat (fadhillah) silaturrahmi sebagaimana keterangan Hadits yakni dengan menyambung dan merawat silaturahmi (berkomunikasi “face to face”, tatap muka), maka akan meraih berbagai kenikmatan (rahmat dan karunia illahi) yang diberkahi dan diridhoi Allah SWT, berupa kesehatan-panjang umur dan dimurahkan rezekinya dalam makna, barang-tentu yang lebih luas, tidak semata-mata penghasilan material, akan tetapi dengan banyak bersilaturrahmi akan diperoleh kenikmatan spiritual, inspirasi dan motivasi yang kuat serta percaya diri untuk mewujudkan visi dan misinya sebagai “khalifah fil ard”, sekaligus hamba Allah yang dhoif.
Dengan menemui beberapa para pemimpin Islam yang terkemuka negeri ini, sekaliber M Yusuf Kala, Staqub dan Prof Mu’ti dll, saya berkeyakinan, adindaku Prof. ASA akan banyak menimba ilmu pengetahuan, serangkai pengalaman yang berharga dari para sesepuh dan wawasan lainnya dalam berbagai perspektif, yang sangat menentukan arah perjuangannya, peran dan fungsi, serta reposisi ICMI dalam 5 tahun ke depan untuk menguatkan eksistensi ICMI agar bisa berkontribusi dalam membangun Indonesia yang berkemajuan dan bermartabat, terbebas dari perilaku jahat korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang merusak peradaban dan marwah bangsa.
Begitu banyak tantangan, sekaligus peluang yang dihadapi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini di era distrupsi, akibat dampak kemajuan Iptek yang sangat pesat, terutama ITC (digital era), masyarakat industri 4.0, pandemi Covid-19 dan “climate change”, dengan berbagai anomali cuaca yang banyak menuai bencana alam yang merugikan umat manusia, krisis ekologi dan krisis sosial (not social equity). Ketiga faktor inilah yang sangat mempengaruhi perkembangan kebudayaan-masyarakat dan peradaban dunia, khususnya bangsa Indonesia dalam wadah NKRI, sering beliau Prof ASA sampaikan dalam berbagai forum silaturrahmi dan ilmiah baik nasional dan internasional.
Salah satu buku karyanya yang terkenal berjudul “Pesan Rektor: Mindset Baru untuk Transformasi”, IPB Press, cetakan 1 tahun 2021, 205 hal (editor by Auhadillah Azizy dan Alfian Helmi) cukup jelas pengungkapan pemikiran-pemikiran cerdasnya Prof ASA, Rektor IPB University melihat potensi dan permasalahan (issu-issu strategis) bangsa kini dan masa depan, berpikir “growth mindset”, “future practice”, dan “agile learning (pembelajar lincah, cepat dan tangkas).
Hadirnya tokoh muda-millenial memimpin ICMI di penghujung tahun 2021, ini sebuah anugerah illahi, memberikan harapan baru, optimistik, dimana proses regenerasi kepemimpinan ICMI berjalan alami, bersih tanpa transaksional material (no money politic) dan berlangsung demokratis tanpa konflik sosial (alhamdulillah, rukun dan damai). Ini membuktikan proses transformasi berhasil, dengan pola pikir baru (new mindset) tengah berjalan di ICMI, menghadapi era new normal society, insyaAllah dalam masa transisi ini, ICMI secara nasional bisa berperan signifikan dan terdepan (bukan pengekor, penonton dan pasif) dalam arus perubahan sosial ke arah kemajuan untuk memasuki Indonesia Emas pada tahun 2045 nanti: Seratus Tahun Indonesia Merdeka.
ICMI harus proaktif mencermati, menganalisis kecenderungan-kecenderungan (mega trends, trend setter) yang terjadi di sekitarnya, dan memberikan berbagai pemikiran-pemikiran alternatif berbasis imtaq-ipteks terintegrasi, kreatif-inovatif berbasis solutif, dan mengambil posisi terdepan, tidak reaktif apalagi bersikap menunggu yaitu pragmatis-opportunis, astaghfirullahalazim. Saya berkeyakinan bahwa ICMI mampu berbuat sesuatu yang maslahat bagi kehidupan masyarakat bangsa yang plural negeri ini untuk mewujudkan Indonesia Maju dan Modern yang dirahmati Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tauhidullah.
Sebab ICMI itu, memiliki modal sosial (social capital) yang besar, apabila kita mengenal namanya dan memahami makna simbol-simbol yang melekat. ICMI mengandung visi dan misi, serta karakter: Keislaman / landasan imtaq QnS, Keindonesiaan/kebangsaan (social solidarity and nation integrated), dan Kecendekiawan / kepakaran (pengusaan dan budaya Ipteks). Ketiga elemen dasar ini jika dikuasai, diterapkan dan dikelola serta didayagunakan dengan baik akan melahirkan resultante energi dan power yang luar biasa untuk membangun Indonesia yang dicita-citakan. Apalagi bagi ummat Islam Indonesia, yang merupakan komponen terbesar (mayoritas) bangsa ini, jika merujuk data demografi Indonesia, yang tersebar merata di seluruh tanah air dengan beragam etnis.
Mereka mendiami lebih dari 17.000 pulau, dengan 2/3 wilayahnya lautan (archipelago state) yang kaya sumberdaya alam melimpah dan megabiodiversity flora dan fauna, terbesar di dunia. Akan tetapi mereka saat ini, masih berada dalam level kehidupan sosial-ekonomi yang sangat timpang (miskin, dhuafa) dengan indeks Gini-ratio rata-rata diatas 0.4, kategori lampu merah, indikator amat berbahaya bagi ketahanan bangsa dan keberlanjutan NKRI.
Sangat wajar dan masuk akal, objektif-rasional kiranya Prof ASA selaku Ketum MPP ICMI 2021-2026, orang muda-millenial yang energik, di tengah-tengah kesibukannya memimpin Perguruan Tinggi exellence (IPB University), meringankan kakinya untuk melangkah, menjambangi para Tokoh dan pemimpin Ormas Islam, sekelas NU, Muhammadyah, DMI, dll di kantornya masing-masing. Prof ASA bersilaturrahmi, “sowan, minta restu” dan dukungan dengan para seniornya itu untuk bisa berkalobarasi, menawarkan konsep-konsep dalam mengimplementasu program-program, kegiatan perioritas nan strategis, dan tugas-tugas keumatan dan kebangsaan lainnya.
Prof ASA, jika saya tidak salah kutip dan dengar, dalam forum Muktamar ICMI ke 7 tahun 2021 di Bandung yang lalu, pernah berkata bahwa beliau akan berupaya sekuat tenaga membawa ICMI sebagai “rumah besar” ummat Islam Indonesia: ICMI berperan aktif dalam mewarnai “public policy” dengan pendekatan sains (ipteks) yang berpadu dengan keimanan-ketaqwaan (imtaq) yang tidak merugikan umat senapas QnS, sehingga berdampak maslahat bagi umat dan bangsa; ICMI akan berperan sebagai perekat kebangsaan, “nation character building” untuk meraih Indonesia Emas pada tahun 2045 dengan mengelola bonus demografinya; dan ICMI akan berbuat untuk pemberdayaan ekonomi rakyat dan umat yang kini kian terpinggirkan (society marginal) akibat kuatnya cengkraman oligarky menguasai SDA, terutama dalam hal mempertahan asset produktif bagi rakyat seperti lahan pertanian untuk supply-ketahanan pangan dan energi, teristimewa bagi penduduk perdesaan Indonesia agar mereka tidak berurbanisasi. Hal ini akan dikerjakan melalui penerapan konsep ipteks pembangunan Data Desa Presisi (DDP Community Development) berbasis digital, digawangi inovator Dr.Sofyan Syaf, Sekum MPW ICMI Orwilsus Bogor, yang kini beliau Wakil Ketua LPPM IPB University, Bogor Jawa Barat, insyaAllah.
Dengan misi besar Prof ASA tersebut, tak mungkinlah ICMI bisa bergerak sendiri tanpa kalaborasi, bersinergi mutualistik bersama elemen-elemen kuat dan besar lainnya di Indonesia. Oleh karenanya sangatlah wajar dan masuk akal, langkah-langkah strategis yang ditempuh, beliau bersilaturahmi selaku Ketum MPP ICMI, dengan beberapa Tokoh Nasional dan umat Islam Indonesia sebelum menyelenggarakan event pelantikan pengurus ICMI Pusat, itu adalah langkah yang sangat tepat. Menurut informasi adinda Andi Irman (wirausahawan- mantan Ketum HMI Cabang Bogor), rencana acara pelantikan tersebut, baru akan digelar pada tgl 22 Januari 2022, mendatang, bertempat di ICC IPB University, Baranangsiang, Kota Bogor.
Lebih jauh, beliau Prof.ASA bersilaturahmi dengan sejumlah pemimpin Ormas dan Pemerintahan, bisa dimaknai dalam rangka berusaha menambang energi positif dan dukungan, demi pengembangan dan memperkuat kiprah dan peran ICMI 5 tahun depan, yang memang tantangan cukup berat untuk memasuki abad ke 21 di era millenial ini, dengan sarat ketidakpastian (distrupsi) bercirikan volatility, uncertainty, complexity and ambiguity (VUCA era).
Saya sebagai seniornya sangat senang dan berbahagia melihat dan membaca caption sejumlah postingan adinda Andi Irman, ada gambar Prof.ASA sedang menjalin komunikasi dengan para Tokoh terhormat dan berpengaruh di negeri ini, dan ini sebuah tindakan yang sangat baik dan amat terpuji di mata Allah SWT, apalagi bagi manusia, terlebih warga dan simpatisan ICMI, kreen and mantuul, kita senang melihat dan mendengarnya.
Abang AA mengucapkan terima kasih, seraya berdoa semoga Allah SWT memberikan Rahmat, Karunia dan HidayahNya kepada kita sekalian, terutama bagi Ketum MPP ICMI, adinda Prof.ASA, semoga beliau, adindaku senantiasa sehat walaffiat dan diberikan kemampuan yang kuat, hidayahNya dalam mengemban amanah berat nan mulia, Amiin3 YRA.
Akhir kalam, saya memohon maaf apabila ada hal yang tidak berkenan dalam tulisan ini. I am sorry.. “Watawashau bilhaqi, watawashau bissobri..” Sukses dan berbahagia selalu atas landasan bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih antar sesama hambaNya.
Barakallah..
Penulis adalah Dosen-Pendiri Universitas Djuanda Bogor; Konsultan K/L negara; Pegiat dan Pengamat Sosial, serta terakhir mendapat amanah Kortimses ASA for ICMI Satu pada Muktamar ICMI VII tahun 2021





