STIE Kesatuan Bertransformasi Menjadi Institut Bisnis Informatika

oleh -236 views

LEAD.co.id | Saat ini, Indonesia sedang berada di Era Revolusi Industri 4.0 yang otomatis hampir semua kegiatan bersinggungan dengan digitalisasi, “Revolusi 4.0 Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Era Industri Digital”.

Disampaikan Pembina Yayasan Kesatuan Prof. Ridwan seusai kegiatan Seminar sekaligus “Launching dan Peresmian Institute Bisnis dan Informatika Kesatuan” yang bertempat di Kampus IBI Kesatuan Jalan Rangga Gading No.1 Kelurahan Gudang Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Kamis (12/12/19).

“Para ekonomi kreatif juga banyak menyampaikan pesan-pesan dari para narasumber yaitu salah satunya Bapak helmi yahya sebagai proteksi ekonomi kreatif tumbuh dari mister Aladin dan yang juga sebagai anggota Jackman,” ujarnya.

Baca :  UNB Menuju Industrial University

Menurutnya, sangat terkesan sekali dengan pesan-pesan yang disampaikan oleh beliau, kita sebagai suatu Institusi perguruan tinggi dan sekarang sejak tanggal 23 Agustus 2019 sudah bertransformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan menjadi suatu Institut.

“Suatu Institut dengan bertitel Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan tentunya untuk kami adalah suatu anugerah dan juga suatu tantangan. Dengan adanya itu kami memiliki program studi baru yaitu selain Akuntansi dan Manajemen untuk S1 nya juga kita punya S1 Pariwisata S1 Bio Kewirausahaan S1 Teknologi Informasi dan S1 Sistem Informasi,” jelasnya.

Baca :  Munas BEM SI: 128 Perguruan Tinggi Walk Out

Semua transformasi ini, menurut Prof Ridwan, kita harapkan bisa mengantarkan dan membimbing dan mendidik mahasiswa khususnya dari Bogor dan sekitarnya, untuk menghadapi era digital ke depan dan juga tentunya kita ingin menyesuaikan dengan harapan pemerintah dan seluruh bangsa menciptakan SDM yang unggul

“Kita sudah bekerja sama dengan Telkom University di bawahnya itu ada satu unit bisnis yaitu bakti unggul inovasi sehingga kita akan mempunyaui suatu sistem yang terintegrasi selain untuk akademik dan keuangan, juga kita akan kearah sistem pembelajaran jarak jauh mungkin 2 atau 3 tahun akan menggunakan model campuran sebagian tatap muka dan sebagian jarak jauh,” jelasnya.

Baca :  Sinergi Perguruan Tinggi Menjaga Daya Beli Masyarakat di masa Pandemi

Prof Ridwan menjelaskan, Jumlah mahasiswa dan mahasiswi IBI kesatuan total ada sekitar 4000 an dan untuk program study baru ini kita sudah ada 100 orang di tahun pertama, kita harapkan tahun berikutnya akan terus bertambah dan kita akan memberikan proses kualitas belajar semakin ditingkat kan sebagai harapan dari industri dan stakeholder, pungkasnya. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *