Site icon LEAD.co.id

SV IPB Gelar Workshop Digital Marketing, Dorong Minat Kewirausahaan Mahasiswa

BOGOR (Lead.co.id) – Workshop Pembelajaran Berbasis Digital Marketing diselenggarakan oleh Prodi Manajemen Agribisnis sebagai pembekalan skill bagi mahasiswa yang diharapkan dapat mendorong minat generasi muda untuk menjadi seorang wirausahawan. Hal itu terus digencarkan sebagai sumber ekonomi baru bagi mahasiswa vokasi di tengah tingginya persaingan lapangan pekerjaan yang mempersempit kesempatan bagi lulusan baru.

Kegiatan Workshop tersebut turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Ir. Anita Ristianingrum, M.Si, beserta tiga narasumber berpengalaman, yaitu Founder PT. Diciri Konsultan Pemasaran Digital Ponco Pamungkas, Founder aplikasi Madsaz, Medhanita Dewi R, S.Kom, M.Kom dan Abizar Daffa sebagai Digital Media Executive M&C Saatchi Performance APAC. Kegiatan berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 4-5 November 2023.

Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Ir. Anita Ristianingrum, M.Si mengungkapkan kemampuan Digital Marketing sangat dibutuhkan di tengah era kemajuan teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas wirausahawan.

“Digital Marketing sebagai salah satu strategi pemasaran itu sangat penting untuk memperkuat wirausahawan dalam bersaing dengan kompetitor lain. Tidak hanya itu, penerapan strategi tersebut juga dapat mendorong wirausahawan untuk bisa lebih inovatif dan dapat mengikuti perkembangan teknologi saat ini,” ujar Dr. Anita dalam Workshop Pembelajaran Berbasis Digital Marketing, pad Sabtu (4/11/2023).

Pada kesempatan yang sama Founder PT. Diciri Konsultan Pemasaran Digital, Ponco Pamungkas yang menjadi narasumber pertama acara tersebut mengungkapkan bahwa menjadi salah satu strategi periklanan yang dapat membantu mengembangkan suatu bisnis. Strategi itu telah memudahkan wirausahawan dalam mengembangkan bisnis hanya berbekal media sosial.

“Digital Marketing dapat dimulai dengan aplikasi paling dasar seperti Whatsapp. Melalui pembagian gambar promosi di dalam aplikasi tersebut maka akan memperkenalkan produk kita kepada kerabat terdekat terlebih dahulu sehingga bisa menggaet pelanggan terdekat,” kata Ponco.

Memasarkan produk terlebih dahulu kepada kerabat terdekat akan lebih memudahkan untuk memulai strategi pemasaran awal dan menjadi wadah yang tepat untuk mengenalkan produk wirausahawan.

Kemudian Founder aplikasi Madsaz, Medhanita Dewi R, S.Kom, M.Kom selaku narasumber kedua mengungkapkan Digital Marketing dapat menjadi alat bagi wirausahawan untuk dapat menggaet lebih banyak pelanggan tanpa harus melakukannya secara tatap muka.

“Akibat dari pandemi, masyarakat mulai mengubah pola belanja sehingga kini semua dapat dilakukan secara online. Untuk itu pemilik bisnis juga perlu mengubah strategi pemasaran secara online untuk dapat mengikuti pola belanja pelanggan sehingga dapat lebih banyak menjual produk yang dimilikinya,” ucap Medhanita.

Selanjutnya, moderator yang memimpin acara tersebut menyimpulkan “Betapa pentingnya pembelajaran dan juga pemasaran digital dilakukan oleh dosen dan mahasiswa“. Ujar Ayutyas sebagai moderator pada sesi tersebut.

Pada hadi kedua, pembicara berasal dari praktisi, Abizar mengungkapkan bahwa dengan adanya digital marketing dapat menghasilkan pendapatan tambahan dan menjadi wirausaha yg memanfaatkan waktu dgn efisien, sejak dini membangun bisnis, serta dapat memanfaatkan peluang yang ada.

Menurutnya, konsep digital marketing berbasis Tefa merupakan pendekatan yang berfokus pada pemanfaatan teknologi, keterlibatan konsumen, fleksibilitas dalam beradaptasi dengan perubahan, dan analitika data untuk mencapai kesuksesan dalam strategi pemasaran digital.

“Dalam konsep ini, teknologi digunakan untuk menciptakan pengalaman berharga bagi berbagai actor terutama mahasiswa melalui berbagai saluran pembelajaran komunikasi digital, fleksibilitas dalam merespons perubahan pasar adalah kunci, dan analitika data digunakan untuk mengukur dan meningkatkan efektivitas kampanye digital,” tambah dia.

Karena, kata dia, dengan pendekatan tersebut, usaha mahasiswa dapat lebih efektif mengelola kampanye pemasaran, meningkatkan interaksi dengan konsumen, dan mencapai hasil yang lebih baik dalam lingkungan bisnis yang terus berubah secara dinamis.

“Di tengah maraknya proses digitalisasi saat ini, kita harus dapat memanfaatkan teknologi yang ada dengan sebaik dan sebijak mungkin,“ tutupnya.

Exit mobile version