Webinar Sukses Membuka Rangkaian Summer Course SV IPB

oleh -396 views

BOGOR (Lead.co.id) – Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (SV IPB) kembali mengadakan rangkaian Summer Course dengan pembuka Webinar, pada Senin (27/6/2022).

Webinar itu bertema The role of a food system planner: Facilitating sustainable agriculture and consumption. Summer Course tahun ini diselengarakan secara online meski pandemi Covid 19 sudah mereda.

Empat ratus lebih peserta berpartisipasi pada webinar tersebut. Mereka berasal dari beberapa perguruan tinggi yaitu Guimaras State University, Tarlac Agricultural University, Iloilo Science and Technology University, Mariano Marcos State University, Kolej Komuniti Jerantut.

Selain itu juga Vietnam National University of Agriculture,  Universitat de Girona, Simon Fraser University, Nagoya University, Kasetsart University, Kolej Komuniti Sungai Petani, Maritime University of Panama, Polbangtan Bogor, Politeknik Pangkep dan Politeknik Banyuwangi. 

Baca :  Unimal Aceh Segera Berlakukan Kurikulum Merdeka

Pada webinar ini wakil rektor satu, Prof Drajat Martianto memberikan opening speech yang mengapresiasi pelaksanaan Summer Course oleh civitas akademik sekolah vokasi IPB. Webinar itu dimoderator oleh dosen sekolah vokasi IPB, Dr Aidil Azhar.

Dekan sekolah vokasi IPB, Prof Arief Darjanto dalam welcome speech berharap, pelaksanaan Summer Course tahun ini berjalan dengan lancar. Dia juga mengapresiasi panitia yang sudah maksimal mempersiapkan Summer Course.

Gatut Sumbogodjati, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Direktorat Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia mewakili Dr. Ir. Suwandi, MM memaparkan tentang kebijakan kementerian pertanian yang mendukung sustainable agriculture and consumption di Indonesia.

Baca :  SV IPB Siapkan Pengembangan Fitur pada Aplikasi KlikBi

Prof Hiroshi Ehara dari Nagoya University Jepang berkesempatan menjadi narasumber pertama webinar. Dia mempresentasikan tentang tanaman Sagu sebagai pangan penyedia karbohidrat.

Menurut dia, penduduk Jepang banyak mengkonsumsi sagu. Sagu merupakan salah satu alternatif makanan yang menyelamatkan penduduk Jepang setelah perang dunia ke dua.

Narasumber kedua Dr. Han Quang Hanh dari Vietnam National University of Agriculture menjelaskan tentang perkembangan pertanian di Vietnam. Sepanjang pandemi Covid 19, PDB Vietnam masih tumbuh.

Tingkat kemiskinan Vietnam mengalami penurunan sebesar 2,23 persen pada tahun 2021 namun banyak pekerja meninggalkan sektor pertanian. Dinamika produksi pertanian di Vietnam terbagi menjadi 4 periode. Saat ini di sektor peternakan, produksi babi merupakan unggulan utama Vietnam.

Baca :  Sambut Tahun Baru, IKRAR Bahas Proyeksi Pendidikan 2021

Beberapa tantangan produksi peternakan di Vietnam antara lain penyakit, terutama pada babi dan penggunaan antibiotik yang berlebihan, ancaman polusi dari kegiatan peternakan yang intensif, dan fluktuasi harga pasar, terutama yang berkaitan dengan input dan output.

Sedangkan narasumber ketiga Hijrah Saputra dari Conventry University Inggris membawakan materi tentang pentingnya teknologi 4.0 dalam mendukung logistik dan rantai pasokan pangan pasca Pandemi Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *