Site icon LEAD.co.id

Sweet Seventeen Si Bungsuku Fathia

Oleh: Apendi Arsyad

Alhamdulillah pagi ini Kamis 16 Juni 2022, anak kesayanganku nan cantik dan cerdas bernama Fathia Nurul Izzah, memasuki genap berusia 17 tahun. Kata orang usia seorang putri yang gadis-imut-2, cantik sering disebut usianya “sweet seventeen”, usia yang menyenangkan dan penuh kenangan, sebagai pertanda seorang anak remaja putriku telah memasuki usia “dewasa”, akil baligh dalam bahaaa agamanya. Kemudian di usia 17 tahun sudah berhak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Dinas Dukcapil Kota Bogpr, dan bersiap dalam pergaulan sosial menjadi WNI yang baik.

Barang tentu menyambut kejadian ini, saya tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT, putri bungsuku Fathia yang dilahirkan 17 tahun lalu, tepatnya tgl 16 Juni 2005 di RS PMI Kota Bogor, telah bertumbuh secara normal, sehat walaffiat jasmani dan rohani, kini, era now tampak anak bungsuku menjadi semakin dewasa dalam berpikir, bertindak dan berbuat, dengan pola berperilaku yang membahagiakan bagi kedua orangtuanya.

Kilas balik sejenak narasinya, sebenarnya pada waktu (thn 2005), ketika ibundanya Hj.Sudarijati SE, MSi hamil anakku Fathia, saya ayahnya ada kekhawatiran tentang “keselamatannya.” Sebab ada opini dalam bidang kesehatan yang berkembang saat itu bahwa ibu hamil yang telah berusia di atas 40 thn berpeluang mendapat resiko kelahiran terhadap ibu dan anaknya.

Saya memberikan perhatian penuh atas kehamilan istriku. Saya mencari dokter yang terbaik, pola makanan dan suplemen yang terbaik dikonsumsi istriku buat pertumbuhan janin seperti vitamin Asam Folat dll. Juga di perut ibunya di pasang tape recorder, diperdengarkan dengan lantunan ayat-2 suci Al Quran khusus surat Yusuf dan Maryam dan terus berdoa khusuk setiap waktu sholat fardhu. Akan tetapi alhamdulillah, Allah SWT menganugerahi ibu dan anaknya lahir selamat, sehat dan normal.

Memang istriku waktu hamil si bungsu Fathia telah berusia lk 43 tahun, dan telah melahirkan putri sulungku Annisa Hasanah
SP.MSi tgl 23 Maret 1989, kini Nisa menjadi mahasiswi program Doktor di Kyoto University Jepang, juga kreator/ CEO Ecofunopoly Indonesia, giat juga dalam melakukan kegiatan Socioentrepreuner di dunia internasional, dengan menciptakan dan menjual produk-2 Ecofun di lingkungan domestik maupun mancanegara, termasuk menjadi narasumber dan pembicara (speaker) di berbagai forum seperti seminar, simposium, workshop dan menulis buku Student Travaler 2 edisi, Gramedia Press.

Sedangkan putri keduaku Inna Rahmawati, SP alumni FEMA IPB University lahir tgl 20 Oktober 1994, kini bekerja di Korporasi Gojek, Kantor Pusat Jakarta divisi digital marketing.

Jarak kelahiran ananda Fathia Nurul.Izzah dengan kakaknya Inna Rahmawati agak terpaut jauh lk 11 thn. Kata orang ini “bonus”, ya Alhamdulillah. Sampai-2 seorang tukang sayur berjualan ke rumah, langanan kami, mereka pernah menyangka putri bungsuku ketiga itu adalah cucuku, padahal itu anak kandungku balita mungil dan sehat.

Alhamdulillah ketiga anak-putriku tumbuh dan berkembang dengan baik, normal, dan semakin dewasa, sehat walaffiat dan alhamdulillah bisa mengenyam pendidikan yang baik dan berkualitas, baik di sekolah “favorit” maupun luar sekolah, dengan mengikutsertakan dalam berbagai kursus-kursus pelajaran (spt bimbel), dan event-event perlombaan-perlombaan seni-,budaya dan olahraga dalam mengembangkan minat bakat agar kreatifitas dan kemampuan berinovasi tumbuh dengan baik.

Alhamdulillah, mereka juga dianugerahi Allah SWT kesehatan yang baik, kecerdasan yang membanggakan dengan raihan berbagai prestasi, dan subhanallah ketiga anakku rupawan, tampak cantik dan anggun di mataku sebagai ayahnya, yang selalu menjaga, merawat dan menyanyangi serta berdoa kepada Allah SWT setiap selesai sholat untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka baik di dunia maupun akhirats kelak.

Sekali lagi, menurut penglihatan ayahnya ketiga putriku cantik dan cerdas berprestasi di sekolah, sering mendapatkan berbagai penghargaan baik di dalam dan di luar sekolah, subhanallah walhamdulillah wallahuakbar.

Anakku yang bungsu, nomor ketiga Fathia Nurul Izzah yang berulangtahun ke 17 tahun hari ini, juga anak yang cantik, cerdas dan berakhlaq baik di mata ayah dan ibunya. Anakku cantik dan cerdas, karena ibunda mereka, memang cantik dan cerdas, sekarang masih Dosen senior FE UNIDA Bogor.

Istriku yang saya cintai dan sayangi dalam pandanganku adalah seorang pendidik yang baik, seorang ibu yang cerdas, rajin, pekerja keras, dan berhasil memelihara dan mendidik ketiga putrinya.

Alhamdulillah saya sangat bangga dan beruntung mendapatkan gadis Kota Madiun pada thn 1987, dan kami menikah tepatnya tanggal 14 Juni 1988, sekitar 34 thn yang lalu. sehingga kami dianugerahi Allah, hidup berbahagia dalam keluarga, insyaAllah tetap menjadi keluarga “Sakinah Mawaddah warohmah” sampai khayat di kandung badan, Aamiin-3 YRA, yang menjadi harapan dan idaman setiap orang.

Kini Fathia duduk di kelas 2, menjadi siswi MAN 2 Kota Bogor, rajin belajar dengan angka nilai rapor dari sejumlah mata ajarannya sangat baik. Fathia juga rajin sholat dan mengaji bertadarus Al Quran, serta aktif di beberapa kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, juga pintar bernyanyi. Gitar ayahnya sering dibawa ke sekolah utk latihan bernyanyi

Alhamdulillah, menurut penglihatanku sehari-hari, si bungsu pintar bergaul antar sesama siswa-siswi di sekolah. Faktanya sering saya lihat si bungsu belajar kelompok di rumah temannya atau teman-temannya datang ke rumah, atau acara kumpul-kumpul spt Ultah, dll, si bungsu tidak ketinggalan bisa hadir bersama teman-temanya, bertempat di rumah temannya, resto, mal dan atau di sekolah. Aktif juga dalam kegiatan seni suara, dan bakti sosial (baksos) yang diadakan organisasi Orsis MAN 2 Kota Bogor seperti mengantarkan dan menyalurkan makanan dan sembako kepada kalangan kaum fuqoro masakin, dll.

Saya tahu pertemanan si bungsuku Fathia, karena saya sering mengantarnya ke tempat-tempat tersebut, terutama setiap pagi ke sekolah MAN 2 yang berlokasi jln Raya Pajajaran Baranang Siang Kota Bogor.

Jujur saya berkata, adanya putri bungsuku, saya dan istri tidak merasa kesepian, ada yang menemani di rumah atau acara undangan pesta perkawinan dll, ketika kedua kakaknya tidak berada di rumah karena ada tugas atau diajak teman sepermainannya.

Si bungsu Fathia adalah ibarat “matahari” bagi kehidupan ibunya dan juga saya ayahnya. Setiap saya mengantarkan ke sekolah, sepanjang perjalanan di dalam mobil sambil nyetir kenderaan, saya menyempatkan mengobrol santai dengan anakku Fathia.

Saya bertanya tentang sekolahnya-mata pelajaran apa dan siapa gurunya?, tentang siapa2 temannya?, rencana dan cita-citanya apa? menampung keluhan-2nya, serta berbagai nasehat yang saya sampaikan buat kebaikannya.

Ketika kami, saya dengan anakku Fathia, mau berpisah, pamit ke sekolah, dia mencium tanganku (juga kepada kedua putriku yang lain), saya pun balik mencium kening dan kepalanya dengan rasa kasih dan sayang, seraya berdoa untuk keberhasilan dan keselamatan anak-2ku, sambil menatap wajahnya yang cantik dan ayu di mataku.

Itulah kegiatan rutinku sehari-hari di Kota Bogor, mendampingi putri-2ku, apabila berinteraksi, ketika mengantar ke sekolah di pagi hari dan atau menjemput ke sekolah, dengan ketiga putriku.

Apa yang saya kerjakan rutin tersebut sesuai dengan program “Ayah Hebat” pembangunan sektor pendidikan Kota Bogor yang digaungkan Wali Kota Bogor kang Dr. H. Bima Arya Sugiarto, semasa saya diberi amanah menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor masa bakti tahun 2013-2019. Seharusnya periodenya 5 tahun hingga 2018, tetapi kemudian diperpanjang SK Walikota Bogor, bertambah setahun karena kesibukan penyelenggaraan Pilkada Bogor tahun 2018.

Pagi subuh ini, Kamis tanggal 16 Juni 2022, setelah pulang dari beribadah sholat subuh berjemaah di musholah dekat rumah, saya masuk rumah dan langsung mampir ke kamar si bungsuku Fathia Nurul Izzah, untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke 17 “Sweet Seventeen”, dan saya mencium kening dan kepalanya dengan rasa sayang, seraya berdoa kepada Allah SWT, semoga anakku si bungsu Fahtia menjadi anak yang sholehah, sehat, panjang umur, cerdas dan bisa meraih apa yang menjadi cita-cita hidupnya. Hidup senang dan berbahagia selalu, Aamiin-3 YRA.

Salam sayang dari Ayah dan mama buat anakku si Cantik, sehat dan sukses selalu.

Penulis adalah Assosiate Profesor-Dosen Senior dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Aktivis Ormas/Pegiat dan Pengamat Sosial

Exit mobile version