Gemar Membaca Kunci Kemajuan

oleh -381 views
Renungan, Renungan Syawalan, Syawal, Nasib Nagori, Negeri, Apendi Arsyad
Dr. H. Apendi Arsyad, MS.i (Ketum IKC Se Jabodetabek 2002-2019)

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Okey baik abang Syahbadar IKKS Batam, yang telah merespon positif tentang kesediaanya menerima sebuah buku. Mudah2an beberapa hari ke depan saya sudah bisa mengirim lewat JNT buku “Mendulang Butir-butir Budaya dan Adat Istiadat Masyarakat Melayu Cerenti, Kabupaten Kuansing, Riau”, karangan ongaku H. Edward Arfa SH /sesepuh IKC Tanjung Pinang Kepri, ke alamat tersebut.

Terima kasih kiriman alamatnya abang Syahbadar, insyaAllah buku budaya dan adat
Masyarakat Cerenti tersebut akan dikirim ke alamat abang tersebut.

Bagus dan senang saya membaca respon narasi abang di WA japri, bahwa abang Badar suka membeli buku2 di Pasar toko buku, dan gemar membacanya. Terus terang saya gembira mendengar abang Badar sering belanja buku2 di Kota Batam, dan berarti kita sadar akan konsep dan praktek “long life education“, belajar sepanjang masa.

Saya berharap, mudah-mudahan budaya gemar membaca memupuk kemampuan berliterasi tersebut menular dan dapat ditiru oleh para anak, kemenakan dan cucunya.. Amiin3 YRA

Ingat pesan omak ayah kita di kampung doeloe bahwa harta yg kekal abadi adalah imtaq dan ipteks, dia berguna sepanjang masa, dan dengan banyak membaca (iqro’) akan tersedia sdm yang berakhlaq, berwawasan, berketrampilan ipteks dan bisa berbuat menyenangkan orang lain, krn SDMnya terbaharukan. Inilah secercah pengalaman hidup kita yang membahagiakan. Mhn izin saya bernarasi soal SDM yang terbaharukan ini. Maksudnya dalam rangka berbagi pengalaman (lesson learn) mendidik anak2 kita di rumah tangga (informal education).

Alhamdulillah saya sendiri diberi karunia dari Allah SWT 3 orang putri saya didik sejak kecil gemar membaca. Salah satu strategi dan pendekatannya adalah setiap event ultah anak-2ku tammat membaca beberapa (3-5) juz Al Quran, berprestasi di sekolah, berprestasi di kegiatan lomba2 di luar program sekolah dll saya beri hadiah buku bacaan yg sesuai pertumbuhan usianya. Jika anggota keluarga berkunjung ke pusat2 perbelanjaan dan kuliner spt mal dll, saya masuk dulu ke tokoh buku spt Gramedia dll. Di rumah saya persiapan rak2 buku yang relatif besar dan ada perpustakaan pribadi dgn koleksi ribuan buku dan publikasi
lainnya, anggota keluarga bisa mengakses kapan saja. Sejak bayi anakku mulai merangkak di lantai rumah, saya sdh dekatkan dengan buku2 di ruang perpustakaan pribadi, sambil dia lihat cover buku2 yang berwarna-warni membuat anak tertarik dan terkadang anakku si bayi itu mengobrak abrik buku yng ada di rak buku.bagian bawah. Akibatnya sejumlah buku yg ditarik dari rak2 sehingga berjatuhan dan ruang bacaan pun berantakan. Kejadian yang unik tersebut saya biarkan saja agar si balitaku paham dan mengenal apa itu buku sejak dini, dan rasa ingin tahu (curiouscity) dibina sejak balita. Alhamdulillah hasil didikan keluarga seperti ini sangat positif hasilnya, sehingga ketersediaan buku2 di rumah menjadi kebutuhan keluarga, faktanya setiap libur sekolah selain anggota keluargaku minta bertamasya (toering), mereka juga “merengek” minta belikan buku sejenis komik buat hiburan dan pengisi waktu luangnya.

Baca :  Lestarikan Uma Tuo Kito di Caghonti

Saya sendiri sdh bertekad jika anak2ku minta belikan buku atau majalah dan bacaan Novel bermutu lainnya spt novel karangan Harry Potter etc tidak ada menolak dgn alasan tidak ada uang.. no no nehi..nehi.. selalu saya siap dan standby budgetnya sebagai orangtua yg peduli dan mencintai serta menomor satukan pendidikan keluarga. Jadi tidak heran, di kamar tidur anak2ku ada rak tumpukan buku2, ruang kerja perpustakaan saya ada ribuan buku, di kamar paviliun ada buku2 tersimpan, dan di belakang rumah saya bangun “taman bacaan” buat anak2 kampung penuh dengan buku dan majalah serta barang cetakan lainnya.

Alhamdulillah subhanallah, hasil dari proses mendidik budaya literasi dalam kehidupan keluarga itu, anak2ku tumbuh berkembang dgn baik, bahkan kinerja dan prestasi melampaui target usia pada zamannya, era millenial berbasis digital (masyarakat industri 4.0). Faktanya si sulungku Annisa Hasanah SP.MSi (S1 Lanscape IPB, S2 Gottingen Univ Germany) sekarang sdg studi mengambil program Doktor (Phd) di Kyoto University in Japan atas sponsor- beasiswanya Pemerintahan Jepang (Monbusho Schoolership). Menurut data dan informasi Kyoto University adalah perguruan tinggi berkualitas nomor satu di Jepang dan termasuk peringkat Word Class.

Baca :  Pelestarian Gedung Sekolah Muallimin Muhammadiyah Cerenti

Selain itu buah karya sdm terbaharukan itu, anakku bisa berpikir kreatif, berimaginasi, dan berinovasi dimulai sejak menjadi mahasiswa IPB University dengan meraih beberapa prestasi dan penghargaan dalam dan luar negeri.

Salah satu karya inovatif original dari anakku adalah produk kreatifnya Ecofunopoly mulai dikembangkan pada thn 2012 hingga sekarang dan telah dipasarkan secara online, yang dikendaliikan usaha bisnis dari “small room” rumahku di kampung Wangun Atas daerah Ciawi Pubcak Bogor. Ecofunopoly sebuah game board untuk edukasi lingkungan buat anak2 dan remaja. Produk kreatif tersebut sdh saya HAKIkan di Kemenkumham RI pada thn 2013, alhamdulillah hingga saat ini sdh banyak dipublikasikan di media massa spt koran, majalah televisi, medsos etc, dan putriku sering diundang radio dan station TV untuk sebuah acara Talks show tentang karya Ecofunopoly, dll. Bahkan subhanallah, putri sulungku sudah mendapatkan pengakuan beberapa lembaga internasional (dunia) spt Danamon, Yeastly Japan, Unesco, World Bank dan United Nation (PBB) dll.

Anakku seorang sosok yang sangat percaya diri, dan alhamdillah sering menjadi narasumber seminar, simposium, workshop, talkshow dll baik diundang oleh Lembaga atau Badan2 terkemuka dan bergengsi baik dalam seperti Kementerian, Coorporasi, NGO dan Perguruan Tinggi, dan luar negeri (global) di beberapa Lembaga Internasional sebagaimana disebutkan diatas.

Atas rezeki itu semua, saya tidak henti2nya bersyukur kpd Allah SWT atas anugerahNya sehingga keturunanku bisa meraih berbagai prestasi di dunia internasional sejajar dengan anak2 bangsa dari berbagai belahan dunia. Alhamdulillah anakku telah ikut berkontribusi mengharumkan selain nama keluarga, juga almamaternya dan bangsa serta negaranya Indonesia.

Baca :  Sudut Pandang Apendi Arsyad: Pengamat Koperasi, Dosen Universitas Djuanda Bogor

Atas adanya anugerah dan rezeki ini, saya ingin berbagi kebaikan dengan para Sahabat dan para Dunsanak awak di kampuang agar bisa termotivasi dan terinspirasi untuk meraih cita2 kita maju bersama. Itulah sikap dan tekad saya dan kita bersama untuk mendorong dan mempercepat kemajuan Rantau Kuansing Provinsi Riau melalui kesadaran dan kepedulian gemar berliterasi dengan banyak membaca buku2 bermutu dan mendidik. Ini merupakan sebuah tantangan yg hebat dan berat untuk membangun budaya literasi di kampung asal kita saat ini.

Jujur kita berkata daerah asal dan tempat kelahiran sangat jauh tertinggal, jika dibandingkan dengan kab/kota yang lain. Salah satu sebabnya kurangnya membaca dan tidak ada dukungan fasilitas, minim dan bahkan nihilnya ketersediaan taman bacaan publik, sehingga kemampuan literasinya masyarakat kita lemah. Mereka tidak mampu dan tidak suka menbaca tulisan panjang-2, termasuk para tokmasy dan aktivis ormasnya maunya mereka tulisan/artikelnya yg saya tulis di WAG cukup singkat2 dan praktis saja. Hal ini kita bisa paham krn kualitas SDM memang rendahan dan berkarakter pragmatis dan kalkulatif matrialistik. Watak ini jika kita biarkan sangat “berbahaya” dan akan menghambat kemajuan masyarakat dan bangsa. Solusinya mari kita budayakan gemar berliterasi dgn sering dan suka membaca buku, kitab dan karya tulis bermutu lainnya buat tokoh masyarakat Rantau Kuansing.

Demikian renungan pagi. Mohon maaf apabila ada yang tak berkenan dengan tulisan ini. Niat saya hanya semata berbagi pengalaman “succes story” in my family, sambil berharap adanya pahala dan ridho Allah SWT. Amiin3 YRA. Syukron barakallah.

Penulis adalah Assosiat Profesor pada Prodi Agribisnis Faperta Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor, salah seorang pendiri UNIDA, Konsultan K/L negara; Pegiat dan Pemerhati Sosial, dan orang asli Cerenti Kuansing Riau, kini bermukim di Ciawi Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *