BOGOR (Lead.co.id) – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bogor telah menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) “Resolusi Konflik dan Penyusunan Peta Konflik”, di Kafe Gawir, Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, pada Sabtu (12/8/2023).
Kegiatan itu sebagai upaya pendeteksian dini potensi konflik di tahun politik 2024. Hadir sebagai Narasumber, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bogor, Dadang Sugiarta, M.Si, Dr Bambang Wahyu unsur dari Komisi Pemilihan Umum Kota Bogor dan Narsum dari kalangan Internal FKDM unsur Akademisi Dr. Kun Nurachadijat. Dengan moderator Suherlan, dan dihadiri oleh seluruh anggota FKDM.
“FKDM adalah mitra strategis pemkot Bogor, beberapa event penting selalu FKDM hadir dan mewarnai sekaligus menyejukkan bagi iklim yang kondusif di Kota Bogor,” ujar Abdul Rahmat Saleh, Ketua FKDM Kota Bogor dalam sambutannya.
Menurut Dadang Sugiarta, Kota Bogor kerap menjadi inspirasi bagi Kota dan Kabupaten se Indonesia. Contoh peran serta masyarakat dalam pemilu harus melibatkan 90 persen plus. Dan istilah 90 plus ini, kini sudah menusantara. Sehingga keterlibatan masyarakat Kota Bogor menjadi barometer percontohan bagi daerah daerah lainnya.
“Saya menjalankan tugas sebagai Kaban tidak banyak teori, cukup ala teletubis saling berpelukan. Karena pada dasarnya sesangar sangarnya manusia, bila kita melakukan pendekatan yang merangkul dengan mengedapankan komunikasi yang penuh pengertian, saya rasa semua konflik bisa terantisipasi sedini mungkin,” tutur kepala Kaban yang dikenal menjadi “bapak” nya para Ormas se-Bogor ini.
“KPU kota Bogor sudah melakukan hal hal yang strategis sesuai aturan yang berlaku, hanya berbeda dengan Kesbang dan instansi lainnya, KPU akan tegas dalam penegakkan peraturan tanpa kompromi. Mengingat kunci terselenggaranya demokrasi di Indonesia yang sehat, salah satunya di fungsi KPU itu sendiri,” tegas Dr. Bambang Wahyu.
“FKDM, berisi para tokoh masyarakat dan para mantan aktifis, jadi untuk urusan hard ware keorganisasian macam Struktur, Sistem, Skill para anggotanya dalam meningkatkan fungsi dan kinerja FKDM sudah kompeten. Hanya tingkat strategi menjalankan dan nilai nilai internal organisasi, itu yang mesti lebih dipahami dan dijalankan. Dalam perspektif ilmia, FKDM secara internal tinggal mengedepankan mindset Keterlibatan Kerja dimana harga diri kesuksesan FKDM dalam mengantisipasi konflik di masyrakat, dengan optimal FKDM lakukan” Urai Dr. Kun dalam kapasitasnya sebagai narsum. “Ingat, mengutip Sun Tzu, jenderal besar adalah bukan yang memenangkan suatu peperangan, tapi justru jenderal yang dapat mencegah terjadinya perang arah konflik”, tegas wakil ketua FKDM yang juga mantan Bakal Calon Walikota Bogor 2008 silam.
Acara hingga menjelang sore dan ditutup dan dengan perumusan Peta Potensi Konflik serta cara penenganannya yang akan FKDM laporkan kepada end user yang berkepentingan di Kota Bogor.





