LEAD.co.id | Tim Pemburu Miras (Puma) Satpol PP Kota Bogor melakukan razia miras di sejumlah lokasi daerah Kota Bogor. Razia dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Herry Karnadi dan dihadiri Satnarkoba, Denpom, sekaligus kunjungan kerja Kasatpol PP Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan.
Razia miras yang dilakukan di sejumlah titik pedagang dan tempat hiburan malam, petugas mengamankan puluhan botol miras dengan berbagai merek yang dijual oleh pedagang maupun di tempat hiburan seperti Cafe.
“Iya malam tadi kita melakukan giat razia miras, dengan melibatkan beberapa instansi seperti Satnarkoba, dari Denpom dan Satpol PP dari Kalimantan dalam kujungan kerjanya,” Kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Bogor, Danny Suhendar kepada Redaksi LEAD.co.id, Kamis (19/12/2019).
Ia menjelaskan, Tim Puma pertama-tama bergerak di Seputaran Jalan Dewi Sartika yang tidak jauh dengan Taman Topi, dan berhasil menjaring empat pedagang miras didalam sebuah gerobak, tim penyidik langsung melakukan pendataan dan mengamankan barang bukti untuk ditindak.
“Pergerakan pertama Tim Puma, kami berhasil mengamankan empat pedagang, dan kami mengamankan barang bukti, sedangkan pedagang kami data dan ditindak lanjuti, ” jelas dia.
Pergerakan yang kedua oleh tim Puma, kata dia. Tim bergerak ke sebuah cafe Noble Roof Light yang berlokasi di Jalan Padjajaran. Dilokasi ini petugas juga mengamankan ratusan botol miras berbagai jenis dan merek, karena menjual miras tanpa memiliki izin. Oleh sebab itu, pihak pengelola dipanggil penyidik.
“Dilokasi yang kedua di cafe, mereka menjual miras tidak ada izin, dan kami memanggil penggelola cafe untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik PPNS kami,” kata dia.
Ia menambakan, bagi pedagang atau penggelola cafe yang menjual miras sudah melanggar perda nomer 8 tahun 2006 tentang ketertiban umum dengan sangsi kurungan tiga bulan atau denda 50 juta rupiah.
“Mereka akan dikenakan sangsi, karena sudah melanggar aturan menjual miras tanpa ada izin, dan kami ingin wilayah Kota Bogor tercipta suasana kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif,” pungkas dia. (Wan)

