Target Program KB, Pemda Bogor Jalin Kerjasama dengan RSAU

oleh -417 views

BOGOR (Lead.co.id) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor telah melakukan kerjasama dengan RSAU Dr. M. Hassan Toto dalam rangka Penguatan dan Percepatan Pencapaian Program Bangga Kencana serta Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bogor.

Hal itu disampaikan oleh Nurhayati selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, bersama Kolonel dr. Hendro Yulianto selaku Kepala RSAU melalui Siaran Radio Tegar Beriman 95,3 FM, pada Rabu (22/6/2022).

Disampaikan dr. Hendro Yulianto, banyak yang bisa dilakukan berkaitan dengan pemberdayaan perempuan melalui DP3AP2KB agar RSAU dr. M.Hassan Toto bisa membantu para perempuan, terutama dalam hal kesehatan, juga perlindungan anak dan perempuan.

Baca :  Pemda Bogor Dorong Karyawan Terdampak PHK Dapatkan Haknya

Terlebih, kata dia, di RSAU dr. M. Hassan Toto ini terdapat para ahli psikiatri yang mendalami psikiater forensik, bisa berkontribusi dalam membantu para korban kasus kekerasan baik terhadap anak juga perempuan.

Dengan kerjasama ini, pihak RSAU ingin bisa memberikan bantuan yaang lebih besar, termasuk dalam pengendalian jumlah penduduk, salah satunya melalui kegiatan bakti sosial MOW (Metode Operasi Wanita) dan MOP (Metode Operasi Pria) melalui  kerjasama dengan DP3AP2KB Kabupaten Bogor.

Selanjutnya, Kepala Dinas DP3AP2KB Nurhayati menerangkan, latar belakang kerjasama ini dilakukan agar Program Keluarga Berencana di Kabupaten Bogor ini bisa berjalan dengan baik.

Baca :  Pemda Bogor Gelar Isbath 31 Pasangan Nikah Siri

Pasalnya, untuk mencapai target program KB di Kabupaten Bogor, masih banyak membutuhkan kerjasama dengan RS yang ada di Kabupaten Bogor, meskipun kerjasama juga telah dilakukan dengan RS lainnya.

“Karena melihat jumlah penduduk yang besar dan luas sehingga kami perlu melakukan kerjasama dengan RS dr. M. Hassan Toto yang diprakarsai oleh TNI AU,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap, kerjasama ini tidak hanya dalam hal MOW dan MOP saja tetapi juga dalam hal meminimalisir kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta layanan visum dan hal lainnya yang diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *