Taufadi dan Keluarga Jalani Tradisi Pelepasan Haji Khas Madura

oleh -106 views

PAMEKASAN (Lead.co.id) – Azan dan ikamah mengiringi langkah Taufadi dan keluarganya saat meninggalkan rumah menuju keberangkatan haji di Kabupaten Pamekasan, Madura, Ahad (10/5/2026) pagi.

Tradisi pelepasan calon jamaah haji itu masih kuat dijaga masyarakat Madura sebagai bentuk doa dan penghormatan sebelum menuju Tanah Suci.

“Sesuai tradisi turun-temurun, sebelum berangkat ke lokasi pelepasan, kami melaksanakan salat safar dua rakaat, kemudian dituntun membaca doa-doa, mulai dari doa di dalam rumah, di pintu, hingga di luar rumah,” kata Taufadi dalam catatan perjalanannya.

Taufadi berangkat bersama istrinya, Hj. Ansari, ibu kandung, dan ibu mertua dalam Kloter SUB-74 Embarkasi Surabaya.

Baca :  PT Bawang Mas Beli Tembakau Tanpa Sampel, H Her: Itu Hak Petani

Rombongan keluarga menuju Masjid As-Syuhada Pamekasan yang menjadi lokasi pelepasan jamaah. Ribuan pengantar memadati kawasan masjid dengan suasana haru dan doa mengiringi keberangkatan jamaah.

“Kami juga berpamitan dengan keluarga, sanak famili, kerabat, sahabat, dan teman yang datang mengantar. Sekitar pukul 07.30 WIB, kami berangkat menuju Masjid As-Syuhada dengan diiringi azan dan ikamah.,” ujarnya.

Menurut Taufadi, tradisi pelepasan haji di Pamekasan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum emosional yang mempertemukan rasa syukur, harapan, dan perpisahan keluarga.

Kloter SUB-74 yang terdiri atas 380 jamaah kemudian diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya menggunakan delapan bus dengan pengawalan patwal.

Baca :  RAPI Madura Teken MoU Penanggulangan Bencana dengan Media Elektronik

“Setibanya di asrama, kami langsung diterima petugas. Proses berjalan rapi. Jamaah diarahkan ke Aula Muzdalifah untuk mengikuti penyambutan oleh petugas Kemenhaj Jawa Timur serta Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, yang datang mengawasi bersama dengan 8 Anggota DPRD lainnya.,” katanya. (*)