Pamekasan, LEAD.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Tarpadu Satu Pintu Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DPMPTSP- Nakertrans) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Perusahaan Rokok (PR) Ayunda, Selasa (14/9/2021).
Penandatanganan MoU tersebut sebagai bentuk kesepakatan untuk mempekerjakan lulusan peserta pelatihan melinting rokok yang digeber DPMPTSP-Nakertrans Pamekasan.
“Alhamdulillah, program peningkatan ekonomi dan pengentasan pengangguran mendapat dukungan dana BHCHT untuk melatih masyarakat. Dan alhamdulillah, kami dinas PMTSP Naker bersepakat dengan Mas Bambang selaku direktur PR Ayunda, siap mempekerjakan para peseta di perusahaannya,” kata Plt Kepala DPMTSP Naker Pamekasan, Supriyanto, usai pembukaan pelatihan melinting rokok, di area pabrik Ayunda, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.
Supriyanto meminta, walau peserta pelatihan sudah dijamin dipekerjakan di perusahaan PR Ayunda, agar tetap mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga keterampilan didapat bisa menghasilkan produk rokok yang bagus.
“Jangan sampai penambahan 20 orang dari pelatihan ini. Dulu perusahaan mas Bambang hasilnya bagus-bagus karena ada teman-teman bekerja baru, tidak baik hasilnya jelek, nanti pemasaran akan sulit. Tolong jaga hubungan baik saya dengan mas Bambang. Kalau peserta pelatihan, nanti bekerja bagus maka akan jadi percontohan,” jelasnya.
Sementara Kabag Perekonomian Setda Pamekasan, Sri Puji Astutik mengtakan, pelatihan melinting rokok menjadi program pemerintah dari anggaran BHCHT yaitu dibidang kesejahteraan masyarakat meningkat keterampilan buruh dan produksi rokok di kabupaten Pamekasan.
“Dana BHCHT untuk pendidkan dan pelatihan, agar bisa membantu perusahaan rokok dalam rangka meningkatkan produksi tembakau dan mengatasi kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang terampil dalam pelitingan rokok,” jelasnya.
Astutik berharap, perserta pelatihan ini mengikuti dengan seksama selama 10 hari agar mendapat ilmu dan keterampilan bagaimana melinting dengan baik agar hasil rokoknya bagus. Dengan karya berkulitas itu selain mendapatkan pendapatan, juga mendukung tingkat produksi rokok dan kemajuan perusahaan.
Untuk diketahui, pelatihan tersebut digelar selama 10 hari, sejak tanggal 13 September 2021, para peserta mendapat fasilitas berupa kaos, konsumsi, tas, dan uang transpor.
Reporter: Kholisin Susanto
Editor: Moh Hasanuddin





