Temui Rektor Unpak, PMKRI Bahas Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi

oleh -547 views
Rektor Unpak, PMKRI, Kekerasan Seksual, Perguruan Tinggi

BOGOR (LEAD.co.id) – Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Pakuan (Unpak) Bibin Rubini, pada Senin (7/2/2022). Mereka membahas maraknya kasus kekerasan pelecehan seksual di beberapa Perguruan Tinggi.

Dalam audiensi itu, PMKRI mendorong agar tidak terjadi kekerasan seksual di Perguruan Tinggi, khususnya di Kota Bogor. Mereka juga membahas terbitnya Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi.

“Mendorong agar tidak terjadi di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia terlebih khusus di Kota Bogor ataupun di kampus Universitas Pakuan Bogor, karena ini masalah yang perlu disikapi bersama,” kata Ferdinandus Wali Ate, Ketua Presidium PMKRI Cabang Bogor.

Baca :  STIT Al Hadi Bojonegoro Resmi Berdiri, Menumbuhkan Pendidik Islam Berkualitas

Menurut dia, yang dibutuhkan saat ini bukan hanya eksistensi organisasi, namun juga sinergitas dengan berkolaborasi. Sinergi itu diharapkan dapat melahirkan mahasiswa intelektual yang berkontribusi terhadap kampus baik dalam hal akademik maupun non-akademik.

Ferdi menambahkan, dalam pengkaderan, pihaknya terus mengedepankan nilai-nilai yang menjadi landasan tiga merah PMKRI dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dengan menanamkan nilai-nilai tentang nasionalisme bangsa.

Karena itu, dirinya berharap antara PMKRI dengan Universitas Pakuan bisa bekerja sama dalam berbagai bidang terutama dalam hal membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan profesional.

Baca :  Pengukuhan PMKRI Bogor: Satu Visi Menjadi Kader Militan

Rektor Unpak, Bibin Rubini menyambut baik kedatangan pengurus PMKRI untuk audiensi membahas kekerasan seksual yang menjadi sorotan bersama. Hal itu, kata dia, harus menjadi kolaborasi bersama untuk mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya sebagai Rektor Universitas Pakuan akan memberikan sanksi terhadap pelaku yang berbuat salah. Kita harus bertindak tentang persoalan kekerasan seksual ini,” kata Bibin.

Ferdi menilai, Universitas Pakuan Bogor sangat terbuka dengan semua elemen terutama terhadap kalangan organisasi pemuda dan mahasiswa. Hal ini menjadi signal yang baik karena bisa menghasilkan kolaborasi yang hebat.

Baca :  Sinergi Perguruan Tinggi Menjaga Daya Beli Masyarakat di masa Pandemi

“Dari kolaborasi ini akan lahir gagasan progresif yang akan berdampak untuk kemajuan Universitas Pakuan tercinta, khususnya bidang perguruan tinggi, kemahasiswaan dan kepemudaan,” ungkapnya.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *