Site icon LEAD.co.id

Tingkatkan Produktivitas Agroforestry Kelompok Tani Hutan melalui Kewirausahaan dan Transformasi Digital

BOGOR (Lead.co.id) – Dosen dan mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Nusa Bangsa (UNB) telah melaksanakan Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan dan Penggunaan Platform Digital Socio Forest untuk Meningkatkan Produktivitas Agroforestri di BKPH Parungpanjang.

KPH Bogor Agroforestri merupakan pengelolaan lahan yang mengkombinasikan tanaman pohon, tanaman hutan, dan/atau hewan, baik secara bersamaan maupun bergiliran pada satu unit lahan, dan disesuaikan dengan kebudayaan masyarakat setempat.

Keterlibatan Kelompok Tani Hutan (KTH) memiliki peran penting dalam pembangunan kehutanan, sehingga pemberdayaan diperlukan dalam meningkatkan kapasitas individu dan kelompok untuk mencapai kemandirian. Kemajuan teknologi informasi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk sektor kehutanan.

Di era modern ini, usaha agroforestri tidak lagi hanya mengandalkan tenaga kerja fisik dan metode tradisional, melainkan telah memasuki era kehutanan berbasis teknologi. Teknologi informasi memberikan peluang besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing hasil pertanian petani.

Pada tahun 2023 Perhutani telah meluncurkan platform digital Socio Forest (SF) merupakan aplikasi yang berfungsi untuk memantau cara kerja, sekaligus meningkatkan komunikasi antar petani dengan pihak lain (BUMN) tetapi dalam perkembangannya memang belum diiringi oleh kemampuan dan kualitas SDM.

KTH Situ Cijantungeun secara administratif termasuk dalam wilayah desa Barengkok, kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Kegiatan PKM sendiri dilaksanakan pada KTH Situ Cijantungeun di bawah binaan RPH Maribaya bagian dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BKPH) Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

KTH Situ Cijantungeun telah melakukan kerjasama Kemitraan Kehutanan Perhutani (KKP) Nomor. 01/041.4/KKP/BGR/DIVRE JANTEN/2025 dan Nomor .01/KKP/KTH-Situ Cijantungeun/I/2025, lingkup kerjasama pemanfaatan kawasan hutan untuk tanaman padi (lahan basah) dan budidaya tanaman durian.

Berdasarkan penelitian sebelumnya bahwa dalam pengelolaan agroforestri, KTH memiliki keterbatasan yaitu rendahnya kapasitas kewirausahaan dan minimnya penggunaan teknologi informasi.

Sehingga diperlukan pelatihan dan pendampingan ketrampilan kewirausahaan dan literasi digital berbasis agroforestri. kegiatan PKM, diikuti sebanyak 20 orang terdiri dari anggota KTH dan tim PKM terdiri dari dosen serta mahasiswa.

Materi kewirausahaan disampaikan oleh Agus Pranamulia, SE.M.M merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNB sekaligus Budayawan, menjelaskan bagaimana kewirausahaan agroforestry diperlukan untuk meningkatkan peluang keberhasilan, mengurangi resiko gagal, mempercepat pertumbuhan usaha, meningkatkan daya saing dan mendorong inovasi termasuk literasi digital.

Sedangkan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Dudung Supriatna menyatakan bahwa peningkatan produktivitas agroforestry tidak hanya bergantung pada aspek budidaya, tetapi juga pada kemampuan petani dalam mengelola hasil, mengakses pasar dan memanfaatkan teknologi, walaupun dalam perkembangannya di KTH masih minim dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk pengelolaan agroforestri. PKM mendapatkan respon yang baik, terlihat dari antusiasme peserta cukup tinggi.

Sementara Muhamad Apit ketua KTH Situ Cijantungeun menyatakan bahwa kegiatan PKM ini sangat penting dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha yang akan berdampak dalam meningkatkan pendapatan anggota kelompok dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

Sedangkan menurut ketua PKM Tun Susdiyanti bahwa pelatihan dan digitalisasi menjadi bagian integral dan strategi transformasi kehutanan sosial menuju kewirausahaan hijau (eco-localpreneur) yang tidak hanya berorientasi ekonomi tetapi juga adaptif terhadap perubahan iklim dan tuntutan era digital.

Exit mobile version