Lurah Tanah Baru: Katawis sebagai Langkah Awal Mensejahterakan Masyarakat

0
Penyuluhan, Kelompok Tani, Wisata
Penyuluhan Kelompok Tani dan Wisata, di Kampung Kramat Rt 005 Rw 001, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Minggu (2/8/2020).

LEAD.co.id | Sebagai langkah dan upaya dalam pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan dari segi perekonomian dengan memelihara area Kolam Retensi sebagai destinasi pertanian dan pariwisata, dilaksanakan sosialisasi serta penyuluhan Kelompok Tani dan Wisata (Katawis) yang baru terbentuk, di Kampung Kramat Rt 005 Rw 001, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Minggu (2/8/2020).

Hadir dalam acara ini dari anggota DPRD Kota Bogor dari praksi Golkar Rd Oyok Sukardi , dan narasumber dari SKPD seperti DKPP, Disparbud , DLH, serta hadir pula dari Satpol PP, Sekcam Bogor Utara, Lurah Tanah Baru, Rw dan Rt serta puluhan anggota yang tergabung dalam KATAWIS.

Seusai acara tersebut, Lurah Tanah Baru Dede Sugandi menyampaikan kepada media, ini bagian dari fungsi dan tugas pokok lurah dalam pemberdayakan masyarakat salah satunya pembentukan KATAWIS beberapa hari yang lalu didasari karena ada potensi diarea Kolam Retensi dan wilayah sekitarnya.

Baca :  Pesona Indah Pulau Roban, Tawarkan Speed Boat Susur Pantai

“Karena kami melihat disini sebagai wilayah yang memiliki potensi dan belum maksimal terurus untuk dikembangkan serta belum ada satu pun yang kelompok yang bertanggungjawab dalam pemeliharaannya, maka dibentuklah Kelompok Tani dan Wisata sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dan kesejahteraannya,” tutur Dede.

Untuk lahan pertanian sendiri menurut Dede, lokasi tanah kosong sekitaran dari kolam retensi ini sangat berpotensi untuk digunakan sebagai lahan pembuatan pertanian bisa dengan sistem hidroponik atau yang lainnya, sedangkan area kolamnya sendiri bisa dipungsikan sebagai area rekreasi dengan untuk daya tarik bagi masyarakat luar supaya berkunjung dengan penanganannya secara profesional.

Baca :  Gubernur Jabar Minta Pengunjung Tempat Wisata Tingkatkan Kedisiplinan

“Kami mengupayakan untuk Kelurahan Tanah Baru disetiap Rw nya ada Kelompok Tani, apalagi ini kolaborasi antara tani dan wisata dengan begitu sangat potensial dalam pelaksanaannya. Semoga kedepannya dalam pengelolaan kolam retensi ini akan menaikan dan mensejahterakan perekonomian warga sekaligus sebagai destinasi wisata yang tak kalah dengan tempat yang lainnya,” ungkapnya.

Dalam waktu yang sama Humas dari KATAWIS, Taufik Hidayat menuturkan, hari ini kegiatannya sebatas sosialisasi pembentukan saja, karena menurutnya SK nya baru diajukan dan belum ketok palu.Wacana kedepannya dari sektor perikanan dengan pengelolaan pemancingan serta wisata air dengan menggunakan perahu atau rakit.

“Untuk sektor pertaniannya kita akan fokuskan di tanaman kontruksi seperti buah dan sayuran serta pohon penghijauan, dan kedepannya kita juga perlu pembinaan karena masih sangat perlu dalam pengetahuan khususnya dari dinas terkait.

Baca :  Buntut Pengeroyokan, Wisata Alas Bandawasa Ditutup Sementara

Sampai saat menurut Taufik, belum memegang set plan secara keseluruhan dari proyek kolam retensi ini, seperti alokasi untuk pertamanan dan jogging track di seputaran kolam ini yang menggunakan area kurang lebih 4 meter dari sisi kolam.

“Kemungkinan untuk kedepannya kami meminta kepada pihak kelurahan untuk dibuatkan sekretariat guna memudahkan pelaksanaannya, dan untuk anggota sendiri terutama yang hadir sejumlah 26 orang dengan didominasi masih dari wilayah Rt 03,04 dan 05 notabene yang paling terdekat dari area kolam retensi. Dan saya berharap kedepannya dari kolam retensi ini menjadi sektor pariwisata unggulan diwilayah Tanah Baru,” pungkasnya.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here