Site icon LEAD.co.id

TNI Bangun 1.30 Rumah in+situ di Sulteng

TNI, Bencana, Rumah Insitu, Sulawesi Tengah

Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita

LEAD.co.id | Percepatan pembangunan rumah In-situ tahap I di tiga daerah terdampak bencana, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang melibatkan anggota TNI terus digenjot.

Sebanyak 121 anggota TNI yang terdiri dari 22 orang dari Korem 132 Tadulako, 25 orang dari Kodim 1306 Donggala dan 74 orang dari Batalyoin Infrantri 711 Raksatama, berhasil menyelesaikan 1.301 unit atau 28,77 persen rumah in-situ tahap 1.

Danrem 132 Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita, menyampaikan pelibatan anggota TNI tergabung dalam Satuan Tugas TNI berhasil mempercepat penyelesaikan pembangunan rumah Insitu tahap I dalam jangka waktu 2 bulan lebih.

“Anggota TNI mulai bekerja membangun pada 1 November 2019, tapi kami mulainya pada 7 November. Alhasil, 16 Januari 2020 sudah 28,77 persen yang sudah selesai,” katanya kepada awak media, Jumat (17/1/2020).

Bantuan permbangunan rumah in-situ dari luar negeri sebanyak 4.522 unit rumah, sebanyak 2.895 dikerjakan dan yang selesai baru sebanyak 1.301 unit rumah.

Sedangkan untuk rincian progress pembangunan, diantaranya jenis Risha baru 55 unit dari target 714 unit, jenis Riko selesai 1.150 unit dari target 3.642 unit, jenis Risma berhasil mencapai target sebanyak 40 unit dan jenis Rika telah selesai 56 unit dari target 125 unit.

Dari unit rumah yang sudah selesai, kata Agus sudah ditempai para korban terdampak bencana. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang menginginkan warga segera menempati rumah in-situ sebelum lebaran Idul Fitri tahun 2020.

“Rumah in situ ini ditargetkan selesai pada akhir 2020 mendatang. Menjelang momentum idul fitri, beberapa warga sudah menempati rumah yang sudah dibangun kembali,” jelasnya.

Terkait dengan melambatnya proses percepatan pembangunan rumah, Ketua Sagtas TNI tersebut, mengungkapkan seringkali terkendala bahan baku yang lambat. Sehingga, menghambat anggota TNI membantu pembangunan rumah.

“Bahkan, ada warga yang lambat menyediakan bahan, akhirnya anggota TNI yang mau membantu, tidak bisa bekerja apa-apa,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya tetap berupaya menyelesaikan pembangunan rumah in situ sebelum akhir 2020. (Red)

Exit mobile version