BOGOR (Lead.co.id) – Mengawali babak baru di tahun 2023 untuk tetap memperjuangkan KH Sholeh Iskandar dari Bogor untuk menjadi Pahlawan Nasional. Hal itu dikemukakan oleh Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Bogor, Irwan Riyanto, pada Selasa (3/1/2023).
Waktu TP2GD dibentuk pertama kali berdasarkan SK Walikota Bogor No. 002-212 tahun 2015 tgl 12 Juni 2015 ketuanya Prof Bibin Rubini, Rektor Universitas Pakuan waktu itu. Irwan Riyanto saat itu merupakan orang ketiga dalam penguatan kelembagaan TP2GD.
SK Walikota Bogor No. 002.45.279 Tanggal 1-12-2016 diketuai oleh Dr H Ending Bahrudin, Rektor UIKA Bogor waktu itu, dan sekarang berdasarkan SK Walikota Bogor No. 800.2/Kep.781-Kesra/2021 tanggal 30-11-2021 yang ketuanya Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Bogor sesuai dengan peraturan Gubernur Jawa Barat.
Ketika tahun 2016 diusulkan ada 5 tokoh calon pahlawan dari Bogor yaitu Ipik Gandamana (Mantan Bupati Bogor, Mantan Gubernur Jabar, Mantan Mendagri RI), Letjen TNI (Purn) Ibrahim Adji, mantan Pangdam III Siliwangi, KH Sholeh Iskandar (Ulama patriotik), MA Salmun (Sastrawan, budayawan Sunda) dan Dr Marzuki Mahdi (Pendiri RSJ Bogor).
Kelima nama tersebut telah diusulkan ke Gubernur Jawa Barat untuk diteruskan ke Presiden RI melalui Kemensos RI. Seiring dengan waktu ada informasi dari Bagian Sosial Jawa Barat dari nama ke lima yang paling lengkap data dan dokumennya.
Akhirnya, tahun 2022, dua wilayah yakni Kabupaten dan Kota Bogor mengadakan sidang dan seminar daerah yang masing-masing mengerucut kepada satu nama yakni KH Sholeh Iskandar.
TP2GD Jawa Barat yang dipimpin oleh Profesor Dr Reiza D Dienaputra mengunjungi TP2GD Kota Bogor pada bulan Desember 2022 dan ditindak-lanjuti kunjungan ke TP2GD Jawa Barat di Bandung melengkapi data yang dibutuhkan. Maka TP2GD Kota Bogor mengadakan rapat di Rektorat UIKA Bogor, pada 3 Januari 2023.
Dari pointer rapat TP2GD Kota Bogor yang dibuka oleh Ketua TP2GD Kota Bogor Irwan Riyanto menghasilkan beberapa pointer yaitu pengusulan para tokoh inspiratif, pemberian penghargaan kepada yang menorehkan prestasi di wilayahnya, serta kajian terhadap nama jalan Pahlawan di Kota Bogor.
Selain itu juga dibahas juga rencana kerja TP2GD tahun 2023 yaitu pertemuan rutin, penetapan kantor sekretariat, dan Perencanaan anggaran. Setelah acara dibuka dan prolog oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra maka secara teknis rapat dilanjutkan oleh Rektor UIKA sampai akhir.
Adapun agendanya adalah penyusunan Biografi KH Sholeh Iskandar, mengadakan seminar nasional, membuat video testimoni dan dari tokoh Bogor kepada KH Sholeh Iskandar, melengkapi dokumen yang diperlukan, kunjungan ketempat peninggalan KH Sholeh Iskandar, Kunjungan ke Rumah Sakit Islam Bogor, Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah, BPRS Amanah Ummah dan berzirah ke makam KH Sholeh Iskandar.
Hadir dalam rapat TP2GD tersebut yaitu Asisten Pemerintahan dan Kesra, Rektor UIKA Bogor, Dr H Arief Rachman Badrudin, Fahrudin selaku Kepala Dinas Sosial, Dian Sugiarto Plt. Kabid Kebudayaan Disparbud Kota Bogor, Dr. H. Ending Bahrudin selaku dosen UIKA, Ace Sumanta budayawan dan sastrawan.
Selain itu juga Dr. H. Hidayat Ginanjar, M.Pdi peneliti dari STAI Al-Hidayah, Dr. Asep Saepul Hamdi, M.Pd peneliti dari STEBI PUI Bogor, DR. Henny Suharyani, M.SI peneliti dari Universitas Pakuan, Dr. Yunus Arifien, M.Si peneliti dari Universitas Nusa Bangsa dan mahasiswa kreatif yang membuat video dari UIKA.

