Sekilas KH Sholeh Iskandar, sebagai Ulama Pejuang Patriot

oleh -597 views
KH Sholeh Iskandar, Ulama Pejuang, Pejuang Patriot
Foto KH Sholeh Iskandar (tengah) bersama M. Natsir dan KH Noer Ali

Oleh: Apendi Arsyad

Teruskanlah berjuang Akang Ace Sumanta untuk perolehan kepahlawanan KH Sholeh Iskandar dari negara kita ini. Almarhum Kiyai Sholeh sangat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional atas jasa-jasa yang begitu banyak, juga karya-karya kemanusiaannya yang kita nikmati di wilayah Bogor.

Dengan diperolehnya gelar kepahlawanan tingkat nasional itu, maka barang tentu akan mengangkat marwah (dignity) masyarakat Bogor, dan menjadi kebanggaan kita bersama bahwa para leluhur kita adalah manusia pejuang yang tak kenal lelah dan menyerah terhadap penindasan dan kezholiman.

Selanjutnya meyakinkan kita, anak-cucunya bahwa bangsa dan negara NKRI dibangun dan didirikan atas jasa-jasa kepahlawanan, patriotik para ulama-santri, tidak terbantahkan dan tidak kita ragukan lagi. Ingat NKRI berdiri tegak dan kokoh hingga hasil korban darah dan keringat para ulama pejuang, diantaranya salah seorang sahabat karibnya ajengan Kyai Sholeh adalah Al Ustadz Dr. H. Muhammad Natsir, Ketum Masyumi ketika menjadi Perdana Menteri, telah berhasil dan berjasa menyelamatkan bangsa Indonesia dari perpecahan, dengan “Mosi Integral Natsir”, sejak itulah diperkenalkan pertama kali konsepsi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketika saya diberi amanah menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor periode tahun 2013-2019, pernah ikut aktif mendukung dan mempromosikan pencalonan Alm ajengan KH Sholeh Iskandar untuk menjadi Pahlawan Nasional, melalui Pemkot Bogor dan usulan Pemprov. Jawa Barat. Saya AA juga beropini di beberapa media masa spt koran dan medsos tentang ketokohan Kiyai Sholeh Iskandar.

Salah satu kegiatan yang saya kerjakan adalah focus group discussion (FGD) di Sekretariat Wandik Jln Julang No.7 Kota Bogor, mengundang para pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan dan pimpinan LSM se Kota Bogor dan narasumber Akang Edi Sudarjat, SH, penulis buku Autobiografi KH Iskandar berjudul “Bogor Masa Revolusi 1945-1950: Sholeh Iskandar dan Batalyon O Siliwangi”, terbitan Komunitas Bambu, Depok thn 2015.

Kemudian saya juga telah menulis makalah tentang sosok ajengan KH Soleh Iskandar, berjudul “Memperjuangkan Almarhum KH Soleh Iskandar Menjadi Pahlawan Nasional”, dipresentasikan dalam forum FGD Wandik Kota Bogor, memperingati hari pahlawan cukup semarak, digelar pada tgl 17 November 2015.

Baca :  TP2GD Kota Bogor Perjuangkan Sholeh Iskandar Jadi Pahlawan Nasional

Tulisan saya AA tersebut, alhamdulillah telah diterbitkan, masuk dalam salah satu “chapter” di buku saya berjudul “Kritik dan Saran untuk Peningkatan Pelayanan “Pendidikan Kota Bogor”, 576 halaman, terbitan IPB Press thn 2019.

Hasil diskusi focus group discussion (FGD) di markas Wandik Kota Bogor, 17 November 2015 tersebut, telah bersepakat dan menyimpulkan bahwa segala persyaratan Kepahlawanan menurut UU tentang Pemberian Gelar Kepahlawanan telah terpenuhi, bahkan melebihi apa yg telah dikerjakan ajengan Kiyai Sholeh Iskandar selama hidupnya.

Setahun kemudian (thn 2016) di kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor yang didirikan Kiyai Sholeh, telah juga menyelenggarakan sebuah Seminar Nasional, dihadiri lk 300 orang peserta, saya AA diantaranya. Seminar membahas jejak perjuangan dan kepahlawanan KH Sholeh Iskandar, dengan membedah buku “Jejak Perjuangan Ulama-Patriot KH Sholeh Iskandar” yang dikarang, dan sekaligus pemateri bpk Lukman Hakim, terbitan UIKA Press Bogor tahun 2016.

Begitu kaya jasa-jasa dan karya akal-budi almarhum KH Sholeh Iskandar baik di bidang militer, pejuang yg gigih bertempur di medan perang melawan penjajah Belanda/KNIL, mempertahankan kemerdekaan RI dengan basis pertempuran dan pertahanan daerah Bogor Barat (Leuwiliang dan sekitarnya) dan sampai ke daerah Banten, di bidang hankam turut mendirikan Legiun Veteran RI, di bidang Sospol penggerak Masyumi, bidang Sosbud/ pendidikan, kesehatan dan Sosek pemberdayaan ekonomi ummat dan pondok pesantren-pertanian sebagai kader kepemimpinan umat tersebar di seluruh pelosok desa di Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke.

Hingga kini karya-karya monumental kemanusiaan almarhum Kiyai Sholeh tetap eksis memberikan manfaat sosial untuk kesejahteraan rakyat, generasi penerus, hingga kini seperti berdiri kokohnya yang berkemajuan kampus UIKA Bgr, Ponpes Darul Falah, BKSPP Jabar, RS Islam Bogor, BPRS Amanah Ummah yang the best in Indonesia, Ponpes putri Tarbiyatun Nisa di Kemang Ranca Bungur Kabupaten Bogor, Perumahan Rakyat di basis perjuangannya dll.

Tapi sayang hingga kini, belum berhasil juga diperoleh pengakuan gelar kepahlawanan dari regim yang tengah berkuasa saat ini. Artinya “dewi fortuna” berupa kebijakan politik Presiden RI bpk Jokowi belum berpihak kepada tokoh Masyumi yg kritis dan berintegritas tinggi, yang satu ini. Semoga ke depan, bisa sukses atas kegigihan kang Tb. Ace Sumanta dkk di TPP Kota Bogor, insyaAllah, kabulkan ya Allah ya Rabb… Amiin-3 YRA

Baca :  Catatan Penting Seminar Pemikiran KH Sholeh Iskandar

Mudah-mudahan ke depan ada ruang persetujuan dan berpeluang utk memperoleh gelar kepahlawanan nasional bagi tokoh ulama pejuang almarhum Kiyai Sholeh Iskandar sebagai panutan kita.

Ada 5 watak Ajengan KH Sholeh Iskandar yg patut kita suritauladani, salah satu diantaranya pejuang yang gigih, pekerja keras dan ikhlas, innovator, hidup sederhana, bersahaja, hidup bersih dan tidak korupsi harta ummat apalagi asset negara. Walaupun beliau ajengan Kiyai Sholeh memiliki akses yg kuat terhadap sumber-sumber dana donor “petro dollar” dari negara-negara Islam di Timur Tengah yang kaya-raya minyak spt Arab Saudi, Iran, Irak, Libia dll waktu itu, yang mendukung program dakwah Islamiyah di tanah air Indonesia.

Ajengan Alm KH Sholeh Iskandar, selain pendiri ICMI, juga alm adalah Ketua Dewan Penasehat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor yang pertama untuk periode thn 1991-1996. Alm Kiyai Sholeh juga adalah salah seorang utusan komunitas Cendekiawan Muslim Bogor untuk berunding dengan Bapak Prof.BJ Habibie Ketum ICMI Pusat pertama untuk mendapatkan status khusus ICMI Bogor, beliau hadir di rumah bpk Prof BJ Habibie, komplek Patra Jasa Kuningan Jakarta, bersama Prof. Sjafri Mangkuprawira (Ketua MD Kahmi Bogor, kemudian terpilih menjadi Ketua Pertama ICMI Orwilsus Bogor periode thn 1991-1996), dan KH. Tb Hasan Basri (Ketua MUI Kota Bogor, waktu itu)

Mohon doanya suatu ketika nanti, akan saya muat tulisan saya itu di media Lead.co.id. agar khalayak tahu dan mengenal sosok pribadi orangtua dan kasepuhan kita itu, ajengan kita KH Sholeh Iskandar dengan keunggulan dan kehebatan kepribadiannya yg berakhlaq mulianya, yang amat langka kita temukan dalam lingkungan kehidupan sosial keagamaan, sosial politik dan militer serta LSM di negeri ini.

Baca :  Catatan Penting Seminar Pemikiran KH Sholeh Iskandar

Saya AA bersyukur berkesempatan bisa berinteraksi intensif dengan beliau, di masa hidupnya, ketika menjadi aktivis kerohanian Islam Kampus IPB, pernah sbg Sekum BKI IPB thn 1981-1982, Ketua Kelompok Diskusi Mahasiswa Lintas Kampus Bogor, FOLAPMI, singkatan dari Forum Latihan Muslim Intelektual bermarkaz di asrama Felicia IPB Jln Sempur No.20 Kota Bogor; dan aktivis dan unsur pimpinan teras HMI masa thn 1981-1986, saya sering mengundang beliau sebagai narasumber, terutama diawal-awal pendirian ICMI di wilayah Bogor. Saya pernah satu kamar di Hotel Indonesia Jakarta, mengikuti Silaknas ICMI pertama thn 1991 yang penuh kenangan, di era kejayaan ICMI dibawa kepemimpinan Menristek RI BJ Habibie di masa itu.

Begitu banyak pelajaran yang bisa saya petik (lesson learn) berupa ilmu pengetahuan agama, ilmu sosial dan contoh-suritauladan berperilaku yang baik dan mulia, yang saya dapatkan dengan melihat sendiri terhadap sosok kepribadian, jejak perjuangan dan kiprah serta sepak terjangnya dalam memajukan kehidupan umat, bangsa dan negara. Almarhum adalah salah seorang yang ikut aktif membidani lahirnya ICMI Orwil Khusus Bogor pada tgl 21 Maret 1991 di Balai Kota Bogor Jawa Barat.

Jujur saya AA berkata, almarhum adalah seorang sosok yang menginspirasi saya untuk gemar berbuat kebaikan dan kebajikan, dan sekaligus menjadi panutan hidupku (role model), dan memang almarhum Ajengan Sholeh adalah seorang ulama pejuang sejati, yang telah memiliki andil besar dalam sejarah perjuangan, dengan beberapa karya kemanusiaannya di saat-saat dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Karya budaya warisan dari Ajengan di bidang pendidikan dan kesehatan kita bisa lihat dan nikmati fasilitasnya hingga zaman Now. Semoga Allah SWT menempatkan arwahnya di tempat mulia, Surgajannatunnaim Amiin3 YRA.

 

Penulis adalah Pendiri, Aktivis dan Ketua Dewan Penasehat ICMI Orwilsus Bogor; Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor; Pendiri Yayasan Yapic dan Yayasan ACM, Pegiat dan Pengamat Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *