BOGOR (Lead.co.id) – Wali Kota Bogor, Bima Arya meresmikan reverse vending machine (RVM) di Mall BTM, Kota Bogor, pada Jumat (24/6/2022). Warga bisa membawa sampah botol plastik untuk ditukarkan menjadi pulsa pada mesin tersebut.
Program untuk lingkungan berkelanjutan menggunakan solusi teknologi inovatif itu merupakan program dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Program tersebut menjadi yang pertama hadir di Kota Bogor.
CEO IOH, Vikram Sinha menjelaskan, program Sampah Jadi Pulsa merupakan salah satu program CSR IOH di dalam pilar Lingkungan.
Program tersebut, kata Vikram, bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi limbah botol plastik dan menjaga kelestarian alam dengan pemanfaatan teknologi digital.
“Kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor dan para pihak, meluncurkan program ini ke tengah masyarakat,” ujar Vikram.
Dengan adanya insentif sampah jadi pulsa tersebut, diharapkan mampu menarik minat warga agar lebih peduli terhadap lingkungan hidup.
Bima Arya menjelaskan, di Kota Bogor dalam sehari ada sekitar 650 ton sampah, 14 persennya adalah sampah plastik. Pasalnya, sampah plastik itu bisa terurai dalam waktu yang sangat lama.
“Karena itu, Insya Allah kita tugasnya mengurangi sampah plastik mulai dari rumah masing-masing. Di Kota Bogor sejak 2018 kita sudah melarang penggunaan kantong plastik di minimarket dan retail modern,” ungkap Bima.
Terkait program CSR dari IOH, Bima berharap kehadiran mesin penukar sampah jadi pulsa itu bisa mengurangi sampah botol plastik yang bisa mencapai 4.300 kg per hari.
“Yang bisa diolah di bank sampah baru sekitar 300 kg. Kolaborasi dengan Indosat ini untuk membangun kebiasaan baru. Ada insentif bagi warga, terutama bagi anak-anak muda, menukarkan botol plastik menjadi pulsa,” ujar Bima.
Bima juga mengapresiasi kehadiran Plasticpay yang akan menjadikan sampah botol plastik tersebut menjadi kerajinan yang bernilai dan keren, mulai dari tas, sajadah, topi, sendal hingga sepatu. Langkah ini juga sebagai bagian dari pemberdayaan komunitas mitra UMKM.
“Artinya, dari hulu plastik bisa dikumpulkan dengan lebih efisien melalui reverse vending machine Indosat ini. Kemudian oleh Plasticpay, botol plastik ini diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” terangnya.
Terkait cara kerja mesin tersebut, Vikram menjelaskan, masyarakat hanya perlu melakukan beberapa langkah mudah untuk menukarkan sampah botol plastik menjadi pulsa.
Pertama, unduh dan daftarkan diri pada aplikasi Plasticpay yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store. Kedua, masukkan botol plastik bekas ke dalam RVM untuk menukarkan satu botol dengan pulsa IM3 atau Tri senilai Rp10.000.
Selanjutnya, masyarakat yang menukarkan botol-botol plastik bekas akan mendapatkan 56 poin per botol untuk nantinya ditukarkan dengan beberapa pilihan yang ada pada aplikasi.
Poin-poin yang didapatkan yaitu bisa ditukarkan dengan pulsa IM3 atau Tri yang bisa digunakan untuk membeli kuota data, telepon, SMS, serta aktivasi layanan Over-the-Top (OTT) seperti aplikasi streaming musik dan film.
“Peluncuran hari ini merupakan langkah awal untuk menyebarkan gerakan melestarikan lingkungan secara berkelanjutan sambil memberdayakan masyarakat untuk mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” kata Vikram.





