LEAD.co.id | Puluhan aktivis yang tergabung dalam Front Rakyat Revolusioner (FRR) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, Kamis (4/7/2019). Mereka menuntut penuntasan kasus Korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor.
Pantauan tim redaksi LEAD.co.id, massa aksi melakukan orasi secara bergantian dengan membakar dua ban bekas di depan gerbang Kejari Kota Bogor. Setelah berorasi, peserta aksi melakukan audiensi dengan Pihak Kejari yang diikuti oleh Kasi Intel, Kasi Pidsus dan jajaran lainnya.
Koordinator aksi, Desta Lesmana mengungkapkan beberapa keluhan terhadap lambatnya penanganan kasus Korupsi di tubuh KPU Kota Bogor. Lebih lanjut, dirinya mempertanyakan sebab sebab lambatnya pihak kejari mengani kasus terdebut.
“Sudah satu tahun kasus ini, kenapa baru ada satu tersangka yang diamankan. Bahkan, satu tersangka lainnya sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik,” ungkap Desta kepada awak media.
Desta juga mempertanyakan, upaya yang dilakukan pihak Kejari menyikapi tiga kali mangkirnya tersangka. “Kenapa Kejari tidak melakukan upaya jemput paksa?,” keluhnya sambil keheranan.
Ditempat yang sama, Ketua Benteng Padjajaran, Doel Samson menyayangkan kinerja pihak Kejari Kota Bogor yang hanya mentersangkakan oknum oknum kecil saja, sementara level pimpinan KPU tidak tersentuh.
“Jika yang tersangka hanya oknum level rendah saja maka kinerja Kejari Kota Bogor dipertanyakan,” lanjutnya.
Atas hal itu, Samson berharap agar Kejari berani mengungkap keterlibatan para Komisioner KPU. “Jika pimpinan KPU tidak tersentuh maka patut diduga ada oknum Kejari yang main main,” tegas Samson. (AP)

