LEAD.co.id | Kita sering melihat dimedia-media bagaimana budaya asli bangsa Indonesia diakui oleh dunia termasuk UNESCO, salah satunya adalah seni bela diri Pencak Silat yang dari sekian banyak ragam seni budaya serta senantiasa harus dijaga dan kembangkan kedepannya.
Disampaikan Wakapolresta Bogor AKBP DR. M.Arsal Sahban, SH, S.IK., MM, MH dalam sambutannya sekaligus menutup Turnamen Silat Padjajaran Cup 2019 memperebutkan Piala Kapolresta Bogor yang diikuti sebanyak 1.345 pesilat dari Jawa Barat, Banten, hingga Jawa Tengah.
“Saya ucapkan terimakasih kepada semua kontingen dan para pesilat yang sudah mengikuti Turnamen Silat Padjajaran Cup 2019, yang tetap menjunjung tinggi sportifitas dalam rangka melestarikan budaya kita sendiri,” ujar Wakapolresta di Ballroom IPB International Convention Center ( ICC ) Botani Square Kota Bogor, Jum’at (20/12/19).
AKBP M.Arsal menekankan, bahwa selain menjaga dan melestarikan warisan seni budaya para leluhur kita, sudah tentu harus dibarengi dengan prestasi supaya tradisi budaya daerah ini tetap menjadi aset budaya nasional.
“Saya berharap kegiatan seperti akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya, terbukti dari apresiasi para peserta yang mendaftar hingga ribuan malah ada yang tidak bisa ikut serta. Semoga di turnamen selanjutnya bisa mengikutinya, yang terpenting tetap semangat dalam menjaga warisan budaya asli Indonesia,” tegas salah satu pendiri Merpati Putih Halilintar Jakarta ini.
Peraih Juara Umum 1 dari Tapak Suci dengan diwakili R.Elsye Aisyah mengatakan, sangat bangga dan terharu sekali dengan meraih predikat sebagai juara umum dalam Turnamen Silat Padjajaran Cup 2019 Piala Kapolresta Bogor ini.
“Saya berharap kedepannya, kegiatan seperti akan semakin lebih baik lagi, lebih berprestasi dan untuk para generasi muda terus untuk melestarikan seni beladiri pencak silat. Selain itu saya meminta kepada pihak Dinas pendidikan untuk memasukkan Pencak silat kedalam kurikulum bukan hanya sebatas ekstrakurikuler,” pungkasnya.
( SM )





