Site icon LEAD.co.id

Umbar Fitnah, Aktivis Ancam Polisikan Bupati Pamekasan

LEAD.co.id | Polemik anjloknya harga tembakau di Pamekasan, berbuntut panjang. Terbaru, para aktivis mengancam melaporkan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam ke pihak berwajib karena menuding demonstrasi para petani tembakau pada Rabu (28/8) lalu sebagai aksi bayaran.

Ucapan tersebut disampaikan Bupati Baddrut dalam acara keagamaan yaitu Pamekasan bersholawat pada malam 1 Muharram 1441 H, yang dihadiri ribuan orang, Sabtu Malam (31/08/2019). Statemen tersebut diketahui tersebar melalui video berdurasi 36 detik. “Kalau urusan kebaikan tidak ada ucapan terimakasih, tapi kalau soal tembakau yang rugi satu orang dan yang demo di bayar maka jadi bahan ocehan,” kata Badrut Tamam dalam video itu.

Mantan Aktivis GMNI Pamekasan, Nur Faisal menanggapi dingin ucapan bupati tersebut. bahkan dia meminta bupati segera meralat ucapannaya dan meminta maaf.

“Tuduhan Bupati ini jelas mengandung unsur fitnah, dan kalimat Bupati jelas bukanlah kalimat yang etis dan bernada provokatif,” kata Nur Faisal salah satu aktivis GMNI Pamekasan.

Faisal pun meminta agar para aktivis dan pemuda serta petani tembakau agar membuat petisi pada Bupati Pamekasan agar meminta maaf kepada masyarakat. Bahkan, ia mengancam akan melaporkan bupati pamekasan terkait pernyataan tersebut jika tidak i`tikad dari Baddrut Tamam.

“Jelas itu ada unsur pidananya dan lagi, Bupati Pamekasan seharusnya tidak memberikan pernyataan yang demikian,” paparnya. (haz/man)

Exit mobile version