Urgensi Pelibatan Pemuda dalam Penanganan Covid-19

oleh -311 views
Urgensi, Pemuda, Penanganan Covid-19
Dinal Gusti, aktivis muda Sarekat Islam (SI) Kota Bogor

Oleh: Dinal Gusti

Baru-baru ini, DPR RI, Polri dan Elemen Mahasiswa menggelar rapat koordinasi dalam rangka percepatan program Vaksinasi Nasional hingga ke daerah-daerah pelosok. Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Dr. Sufmi Dasco, pada Jumat (9/7/2021)  mengajak para aktivis mahasiswa Indonesia bersinergi dengan Polri untuk membantu kerja pemerintah dalam upaya mengatasi Pandemi yang dalam sepekan ini semakin meninggi penularannya.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah akhirnya mengeluarkan Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) di Pulau Jawa-Bali hingga mempercepat program Vaksinasi demi selamatkan bangsa dari ancaman wabah yang semakin ganas.

Baca :  Arah Cigudeg ke Depan di Tangan Pemuda

Ide pelibatan aktivis mahasiswa dalam penanggulangan wabah menurut penulis adalah langkah solutif yang patut diapresiasi. Semenjak Pandemi Covid-19 mewabah di negeri ini -demi menghindari penularan-kampus-kampus di Indonesia memutuskan untuk mengevolusi model perkuliahan. Perkuliahan secara daring akhirnya menjadi alternatif.

Peralihan model perkuliahan tersebut faktanya banyak dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Mereka kini lebih banyak yang berkuliah dari kampung halamannya sendiri dibandingkan mereka yang memilih menetap di kos-kosan dekat kampus.

Fenomena ini tentu bisa menjadi alasan kuat di balik ide pelibatan aktivis mahasiswa dalam membantu pemerintah dalam penanggulangan wabah hingga ke pelosok desa. Kehadiran mereka di desa-desa bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi dan juga menjadi agen intelektual untuk mengkampanyekan hidup sehat di tengah-tengah masyarakat.

Baca :  Calon Ketua KNPI, Sapta Bela Wujudkan Pemuda Maju dan Sejahtera

“Berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan guncangan dunia”. Fragmen pidato Ir. Soekarno tersebut menggambarkan betapa pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa. Di saat bangsa sedang dalam kondisi genting karena Pandemi, pemuda dituntut untuk berperan aktif untuk bahu membahu bersama pemerintah dalam mengatasi Pandemi.

Momentum Pandemi ini dapat menjadi ruang ideal bagi mereka untuk mempertajam kembali rasa kemanusiaan yang mulai tumpul di tengah mengganasnya virus egoisme, pragmatisme dan apatisme yang menggerogoti Kampus.

Selain berperan melakukan kritik atas kebijakan, mengambil bagian dalam upaya memerangi wabah Covid-19 adalah imperatif moral bagi aktivis mahasiswa saat ini. Bagaimanapun Pandemi ini harus segera kita akhiri. Selain doa, Kerjasama adalah kunci.

Baca :  Pemuda Minta Calon Kapolri yang Cinta Umat Islam

Tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan hingga terlibat aktif dalam program vaksinasi adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk kembali pulih dari segala sisi. Bismillah.

 

Penulis adalah aktivis muda Syarikat Islam (SI) Kota Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *