BOGOR (Lead.co.id) – Adalah seorang pria rendah hati yang memiliki nama Usman. Lahir di Bogor pada 11 Juni 1975. Saat ini Usman memimpin SMP Triwijaya, salah satu sekolah yang mendapat kepercayaan dari Kemendiknas untuk menjalani program sekolah penggerak.
Program sekolah penggerak itu dapat dijadikan tolak ukur seberapa jauh sekolah dapat berkembang dari posisi awal serta sejauh mana dapat melaksanakan model pembelajaran yang diharapkan bisa melahirkan siswa dengan profil siswa Pancasila.
Wujud profil pelajar Pancasila tersebut adalah terbinanya karakter pelajar Indonesia yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, bergotong-royong dan berke-bhinekaan global.
Usman menyampaikan rasa bangga dan tekadnya untuk bisa menjalankan program sekolah penggerak dengan antusias. Dirinya berharap melalui program ini, segala keinginannya untuk membawa SMP Triwijaya menjadi salah satu lembaga pendidikan terbaik di wilayah Cigombong bisa terwujud.
Usman juga memiliki keinginan agar lembaga pendidikan yang beralamat di kampung Ciadeg (yang memang secara geografis berada di lingkungan masyarakat golongan menengah ke bawah), mampu memberikan pelayanan pendidikan yang terjangkau, menampung semua siswa untuk bisa sekolah tanpa abai pada pendidikan berkualitas.
Bagaimana Usman menguraikan harapan dan program keberpihakannya pada masyarakat dalam mengakses pendidikan, tim Lead.co.id mencoba mewawancarai di sela-sela kesibukannya:
Bagaimana rasanya terpilih menjadi kepala sekolah penggerak?
Bagi saya menjadi kepala sekolah penggerak adalah sebuah kebanggaan sekaligus tugas berat. Kebanggaan karena memang tidak mudah, harus melalui seleksi yang sangat ketat dari tahap satu sampai tahap dua untuk menjadi kepala sekolah penggerak.
Diseleksi dari ribuan sekolah secara nasional dan alhamdulillah saya lolos melalui test wawancara dan praktik mengajar yang menjadi pengalaman luar biasa. Saya sangat yakin, semua ini tercapai karena doa dan restu dari orang tua. Tanpa doa mereka, apalah saya ini.
Adakah program keberpihakan dari sekolah dalam memudahkan masyarakat untuk mendapat pelayanan pendidikan berkualitas di SMP Triwijaya ini?
Kita mendirikan sekolah di desa Ciadeg kecamatan Cigombong, desa yang cukup jauh dari jalur utama tanpa adanya angkutan umum dengan kondisi masyarakat dari golongan menengah ke bawah, berkerja sebagai buruh tani, karyawan, dan kuli bangunan bahkan yang kerjanya serabutan.
Sesuai dengan niat baik untuk membantu masyarakat memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas, agar anak-anak mereka bisa mengeyam pendidikan dengan biaya terjangkau, bertumbuh bersama masyarakat membina generasi muda untuk lebih kompeten, cerdas dan mandiri.
Untuk kelas bawah yang kurang mampu ini, kita punya program memberi reward dan keringanan bagi siswa berprestasi, jalur SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang diketahui desa, polsek dan lembaga terkait untuk bisa mendapatkan layanan pendidikan gratis. Begitu pula dengan anak yatim, gratis total!
Apakah pembebasan biaya pendidikan ini justru akan membuat anak merasa minder dan orang tua merasa tidak wajib membiayai proses pendidikan anak?
Tentu saja kita pun tidak sekadar membebaskan biaya pendidikan tanpa upaya pendampingan seperti: memberi motivasi agar mereka bisa lebih giat belajar, mengubah mindset anak supaya tidak minder, memiliki tujuan terukur dan terarah untuk bisa mengoptimalkan potensi diri dan bisa mengubah kehidupan ekonomi keluarga menjadi lebih sejahtera dengan semangat, tekun dan disiplin mereka dalam belajar.
Kita arahkan mereka aktif menyalurkan energi mudanya untuk lebih produktif, kreatif dan prestatif melalui berbagai kegiatan akademik dan non akademik, sehingga bisa dianggap layak mendapat beasiswa.
Adakah orang yang memberi inspirasi bagi pak Usman dalam menjalani pengabdian sebagai pendidik selama ini?
Ada. Mereka adalah orang tua saya.
Apa yang disampaikan orang tua yang manjadi motivasi dan menguatkan semangat pengabdian bapak?
Orang tua kerapkali menyampaikan dimana pun berada dan bekerja saya harus jujur! Kata jujur Itu saya praktikan dalam setiap pekerjaan saya. Saya selalu menempatkan mereka sebagai orang paling mulia tempat saya meminta restu dan doa.
Orang tua menjadi landasan pertimbangan keputusan saya, termasuk jika akan berkerja, pertimbangan saya adalah kedekatan dengan orang tua. Mengabdi di SMP Triwijaya ini pun karena pertimbangan tersebut, meskipun secara finansial tempat kerja saya yang terdahulu lebih menjanjikan. Akan tetapi, saya memilih SMP Triwijaya karena secara geografis lebih dekat dengan orang tua.
Bagaimana dengan anak-anak pak Usman dan harapan bapak untuk mereka?
Anak empat, dua anak sudah bekerja, yang ke tiga di SMKN 1 Bogor kelas X, yang bungsu kelas 5 SD.
Harapan saya, mereka bisa bertumbuh jadi anak yang sholeh dan sholehah, jadi bagian para pendaras dan penghafal Qur’an. Selain itu yang paling utama, saya berharap ilmu dan kehadiran mereka bisa memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat dan negaranya.
Profile Usman
Nama Lengkap: Usman
Tempat Tanggal Lahir: Bogor, 11 Juni 1975
Anak ke 1 dari 5 bersaudara
Nama Istri: Enur Nurjanah
Orang Tua: Ujang Sukarma dan Yetty
Alamat Tinggal: Kampung Wangun Atas RT 003/RW 001, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur
Kiprah: Guru dari 2004
Jabatan: Kepala SMP Triwijaya 2018-2019
Kebijakan: Mengutamakan kerjasama team, memberikan reward kepada siswa dan guru berprestasi
Pengalaman kerja: Menjadi Kepala Sekolah Penggerak
Riwayat pendidikan:
SD Pasir Muncang 1 tahun 1982 s.d 1988
SMPN Caringin tahun 1988 s.d 1991
STM YZA 1 tahun 1991 s.d. 1993
D3 IPB TKJ Angkatan 44 tahun 2007 s.d 2011
STIE TIARA Jakarta tahun 2016 s.d 2019
Moto Hidup: Menjadi pribadi yang bermanfaat untuk sesama
Visi dan Misi Sekolah: Menjadi Sekolah Unggulan dengan dasar iman dan takwa, serta menjadi sekolah berprestasi Sekolah Juara





