Bogor (LEAD.co.id) – Warga Kota Bogor memperingati puncak Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke 539, pada Kamis (3/5/2021). Puncak peringatan HJB dilaksanakan dengan Do’a Bersama di Taman Ekspresi, Kecamatan Bogor Tengah.
Rangkaian acara HJB 539 ini dimeriahkan dengan alunan Kacapi Suling, Marawis, lagu “Bogor Luminggar Mekar”, Tarian “Jagratara”, dan lagu Indonesia Raya. Selain itu, juga ada Testimoni Survivor Covid-19 hingga Sambutan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
Bima mengatakan, tema HJB kali ini adalah “Jagratara Waluya” yang dimaknai sebagai Kota Bogor bersama warganya harus selalu waspada pada kemungkinan terburuk supaya terjaga keselamatan.
“Selain itu, dapat dimaknai Kota Bogor selalu waspada terhadap situasi dan kondisi agar terjaga keselamatan bersama,” tambah Bima.
Ustadz Dul Hadi, Sekretaris Mathla’ul Anwar Kota Bogor yang hadir dalam peringatan ini berharap agar Kota Bogor bisa semakin baik lagi di usia yang ke 539.
“Momentum HJB 539, Mathlaul Anwar berharap Kota Bogor bisa lebih maju,” sebut dia kepada Tim LEAD.co.id saat peringatan HJB 539, di Taman Ekspresi, Kota Bogor.
Meski demikian, dia menyayangkan karena pada usianya yang tidak muda lagi ini situs situs sejarah di Bogor tidak terawat. Karenanya, dia mengimbau Pemerintah Daerah setempat untuk peduli dengan situs sejarah Bogor.
“Jas Merah, jangan lupakan sejarah, karena sejarah menjadi petunjuk untuk masa depan,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, selain dihadiri Wali Kota Bogor dan jajarannya, juga dikuti oleh Ketua DPRD, Kepala Kejari, Ketua Pengadilan Negeri, Direksi BUMD dan RSUD, para Budayawan hingga para Tokoh Agama.
Wali Kota mengungkapkan, Kegiatan HJB kali ini dilaksanakan secara sederhana dan tanpa arak-arakan karnaval karena masih masa pandemi Covid-19.
Pada puncak kegiatan, dilakukan Doa Bersama Lintas Agama oleh para Pemuka agama di antaranya KH Musthofa Abdullah bin Nuh, RD Mikael Endro Susanto, Pdt Tri Susanto, Andry Lesmana, I Ketut Suta Arnawa, dan Andri Harsono.
Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi





