Site icon LEAD.co.id

Warga Sekitar Proyek Kolam Retensi Dihantui Banjir Susulan

Warga Kampung Keramat, Proyek Kolam Retensi, Banjir

Kwatno, Ketua RT 05/01, Kampung Keramat, Kel. Tanah Baru, Kec. Kota Bogor Utara, saat ditemui tim LEAD.co.id di sekitar Proyek Kolam Retensi, Selasa (11/2/2020).

LEAD.co.id | Warga terdampak banjir di Kampung Keramat, Kota Bogor Utara menghawatirkan keberadaan Proyek Kolam Retensi kembali menimbulkan banjir susulan, jika terjadi hujan lagi.

“Rasa khawatir menyelimuti kami semua warga disini, karena ketika hujan pasti akan banjir dan tentunya warga semakin tidak tenang,” ungkap Kwatno selaku Ketua RT 05/01, Kelurahan Tanah Baru, Kota Bogor Utara, saat ditemui tim LEAD.co.id, Selasa (11/2/2020).

Sejak mulai dibangun Kolam Retensi yang merupakan proyek hibah senilai 9 Miliar dari Pemprov DKI, telah terjadi banjir besar dua kali di Kampung Keramat, Kota Bogor Utara. Warga sekitar mengaku semakin was-was dan tidak nyaman, mereka dihantui adanya banjir susulan.

Saat disinggung soal manfaat proyek kolam retensi tersebut, Kwatno mengaku belum ada sama sekali dampak dan manfaatnya buat masyarakat sekitar, “justru permasalahan yang ada diwilayah ini,” ungkapnya.

Warga kampung Keramat, Tanah Baru, Kota Bogor Utara saat ditemui Tim LEAD.co.id, di sekitar lokasi Proyek Pembangunan Kolam Retensi, Selasa (11/2/2020).

“Terkait amdalnya juga saya belum melihat ada realisasinya disini, apalagi semenjak tanggal 1 bulan ini, dua kendaraan alat berat (beko) tidak beroperasi sama sekali, informasi yang didapat dari pihak operatornya, bahwa belum ada pembayaran terkait penggunaan alat berat tersebut dari pihak pengembang yang secara pribadi langsung kami tanyakan,” ucap Kwatno.

Diketahui, sebelumnya sudah ada instruksi dari Walikota Bima Arya kepada instansi dan pemerintahan setempat saat sidak beberapa hari lalu. Namun sampai saat ini, kata Kwatno, hanya ada dari Dinas PUPR ke lokasi, datang langsung pergi tanpa ada komunikasi dengan pihak RT atau RW setempat.

Dirinya mewakili warga setempat, berharap kepada Pemerintahan Kota Bogor bisa segera mungkin menyelesaikan proyek ini. Karenanya, warga sekitar telah merasakan dampak buruk yang ditimbulkan, termasuk 26 rumah retak akibat paku bumi yang belum sama sekali terealisasi.

“Apalagi banjir yang tidak ada respon apalagi tanggap bencana dari pihak Kelurahan atau Kecamatan di wilayah ini,” pungkasnya. (SM)

Exit mobile version