Wayang Kulit dan Gamelan Warnai ASEAN Week 2021 di Moskow

oleh -257 views
Wayang Kulit, Gamelan, ASEAN Week, Moskow, Rusia

RUSIA (LEAD.co.id) – Sebanyak 100 mahasiswa dan dosen Universitas MGIMO Moskow menghadiri workshop serta pagelaran Wayang Kulit dan Gamelan Indonesia yang dibawakan oleh Sanggar Gamelan Dadali binaan KBRI Moskow, pada Jumat (26/11/2021).

Kegiatan ini menutup rangkaian acara ASEAN Week 2021 yang diselenggarakan ASEAN Center Universitas MGIMO sejak 22 November 2021 dengan diisi berbagai pertunjukan seni budaya negara-negara ASEAN.

Wakil Rektor MGIMO bidang Hubungan Internasional, Andrey Baykov, memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya ASEAN Week 2021 yang dipastikan dapat memberi pemahaman lebih baik mengenai budaya negara-negara ASEAN di kalangan mahasiswa.

“Secara khusus saya ucapkan terima kasih kepada KBRI Moskow atas partisipasinya dalam kegiatan ini dan kiranya kerjasama dengan MGIMO dapat terus terjalin baik di masa mendatang,” ucap Andrey.

Baca :  Jokowi Sambut Baik Kerjasama Keamanan Informasi Indonesia-Rusia

Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Moskow Nanang Syaiful Fadilah menyampaikan, gamelan dan wayang kulit tersebut adalah salah satu dari banyak seni budaya yang hidup di Indonesia dan kerap digelar di kalangan masyarakat Jawa.

“Tiap kali mendengar suara gamelan, hati saya terasa tentram,” ujar Nanang yang mewakili Dubes RI Moskow.

Menurut dia, wayang kulit menjadi kebanggaan Indonesia karena pada 7 November 2003 UNESCO menetapkan sebagai “Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.”

Direktur ASEAN Center MGIMO, Ekaterina Koldunova juga mengapresiasi para mahasiswa dari negara ASEAN lain yang telah berpartisipasi pada acara, khususnya kepada KBRI Moskow yang telah bersedia memenuhi undangan pagelaran Gamelan dan Wayang Kulit.

Baca :  Konflik Panjang, Rusia Umumkan Mobilisasi Militer Parsial

Dalam pagelaran yang berlangsung sekitar 50 menit, sanggar Gamelan Dadali dengan para penggamel yang seluruhnya warga Rusia, memainkan beberapa nomor tembang dan pagelaran singkat “Perang Kembang” yang mengisahkan pertarungan Raksasa melawan Ksatria dalam bahasa Jawa.

Usai pertunjukan, dilakukan dialog interaktif dalam bahasa Rusia mengenai sejarah dan komposisi gamelan oleh pemain Gamelan Dadali, Julia Ryzhaya dan cara pembuatan atau karakter tokoh Wayang Kulit oleh pemsin Gamelan lainnya, Ekaterina Makanina. Para peserta juga diberi kesempatan memainkan langsung gamelan dan wayang kulit.

Valeriya, mahasiswi Universitas Negeri Moskow mengaku gembira bisa mengenal langsung budaya Indonesia. “Malam ini sungguh sangat menarik karena saya bisa menyentuh langsung Wayang Kulit dan Gamelan dan memainkannya,” ungkapnya.

Baca :  Iran, China dan Rusia Gelar Latihan Bersama di Samudra Hindia

Nikolay, mahasiswa MGIMO juga menyampaikan hal serupa dan menilai suara gamean sangat unik dan berbeda dengan alat musik konvensional. “Melodi gamelan lebih didasarkan pada ketukan,” kata Nikolay.

Dosen Universitas MGIMO, Dr. Viktor Sumsky menyatakan kegembiraannya karena bisa kembali mendengar suara mendayu-dayu gamelan dan pertunjukan Wayang Kulit setelah lama tidak ke Indonesia.

“Mungkin suatu hari nanti perlu digelar pertunjukan Wayang Kulit dan gamelan lengkap di sini, misalnya untuk merayakan ulang tahun MGIMO,” ujar mantan Direktur ASEAN Center MGIMO itu.

Selain dari Indonesia, pada penutupan ASEAN Week 2021 juga ditampilkan pertunjukan tari dan lagu dari Vietnam dan Laos oleh para mahasiswa.​

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: KBRI Moskow via Kemlu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *