We’ng Gari itu Menyehatkan Jiwa dan Raga

oleh -385 views
We'ng Gari, Menyehatkan, Jiwa dan Raga

Oleh: Musawir Al Fayd

Saat mendengar kata-kata “We’ng Gari”  mungkin bagi orang kebanyakan merupakan suatu istilah asing, karena tidak biasanya didengar. Namun bagi masyarakat Aceh kata We’ng Gari merupakan suatu kata yang sudah biasa mereka dengar. We’ng Gari dapat diartikan sebagai kegiatan mengayuh sepeda atau dengan bahasa kekinian kita kenal dengan istilah “Gowes”.

Olah raga Gowes atau We’ng Gari ini beberapa tahun terakhir sudah menjadi gaya hidup dan menjadi olah raga yang paling digemari dan sempat booming di awal tahun 2020 ketika pandemi Covid 19 melanda. Demam Gowes ini dengan cepat mejalar keseluruh daerah di Indonesia, tidak terkecuali dengan daerah Banda Aceh. Komunitas-komunitas sepeda bermunculan, kebersamaan dan kekompakan semakin kuat dan erat apalagi mereka yang tergabung dalam satu komunitas. Olah raga We’ng Gari ini banyak digemari karena termasuk olah raga santai dengan biaya yang terjangkau, dapat melibatkan semua lintas generasi mulai dari anak-anak, remaja dan orang dewasa serta juga lintas profesi artinya olah raga We’ng Gari ini adalah olah raga yang menyatukan semua golongan.

Penulis sendiri kebetulan tinggal di daerah Banda Aceh, tepatnya di daerah Gampong Garot. Di Gampong Garot sendiri, sepengetahuan penulis sudah  ada beberapa komunitas sepeda. Sebut saja komunitas Jamac Weng’Gari (Jamaah Amaliyah Community), komunitas AnBiCom We’ng Gari (An Nur Bicycle Community), komunitas Gotec (Gowes Teladan Community, dan komunitas BTJ (Brondong Tiga Jaman). Komunitas-komunitas tersebut tentu punya visi dan misi masing masing sesuai dengan kesepatakan diantara sesama anggota. Dari pengamatan penulis sendiri, biasanya untuk anggota komunitas Jamac dan AnBiCom umumnya lebih bersifat religi, sedangkan untuk Gotek dan BTJ lebih bersifat umum.

Baca :  Pendidikan dan Pembangunan Ekonomi

Meskipun demikian yang jelas masing-masing komunitas tersebut akan selalu memberikan dampak yang positif terhadap kemajuan suatu daerah. Apalagi kalau pemerintahan jeli dan bisa menangkap peluang dari kehadiran komunitas ini. Ciptakan kolaborasi maka kehadiran komunitas ini akan bisa memberikan kontribusi yang positif dalam menciptakan kemajuan.

Dalam konteks sosial dan kesehatan, dengan hadirnya berbagai komunitas ini tentunya kita sangat bersyukur, kenapa tidak ??

Pertama, karena kita melihat semakin banyak orang-orang yang peduli dengan kesehatannya, kita kenal istilah Insano Corpore Sano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat) ini mengartikan bahwa dengan banyaknya masyarakat yang berolah raga maka secara fisik kita akan bertambah sehat, begitupun secara mental, jiwa kita pun akan bertambah kuat, apabila fisik dan jiwa sudah sehat, maka semangat kerja dan kreativitaspun akan datang dengan sendirinya.

Baca :  Logam Mulia, Solusi Cerdas Berinvestasi

Kedua, karena kita melihat semakin kuatnya silaturrahmi dan kekompakan sesama anggota ataupun sesasama komunitas. Menjadi salah satu anggota komunitas secara sosial tentunya jejaring atau pertemanan kita juga semakin bertambah, orang yang awalnya belum kita kenal maka akan menjadi kenal karena sering berjumpa di komunitas. Kalau kita tilik  dari segi agama, hal ini tentu sangat dianjurkan karena agama kita sendiri menyuruh kita untuk menjalin silaturrahmi. Orang yang rajin menjalin silaturrahmi maka akan dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

Ketiga karena kita bisa mempromosikan daerah dan objek wisata atau tempat-tempat spot yang dikunjungi. Di era sosial media sekarang biasanya setiap komunitas Gowes akan selalu mendokumentasikan rute rute atau tempat-tempat  yang mereka kunjungi. Dokumentasi ini bisa dijadikan sebagai kenang-kenangan untuk pribadi atau bisa juga dimanfaatkan untuk promosi.

Baca :  Selalu Berfikir Positif dan Bersyukur, InsyaAllah Rejeki Takkan Kemana

Berapa bulan belakangan ini, agenda gowes di Gampong Garot Banda Aceh menjadi agenda rutin berolahraga setiap minggu. Gaya hidup yang asyik jika ditelisik dan seru-seruan bersama sama. Agar antara bekerja dan aktifitas olahraga untuk menjaga stamina tetap terjaga. Karena itu sekarang bukan lagi istilah kerja, kerja, kerja. Tapi, seimbang antara kerja, olahraga dan syukur-syukur hobi pun ikut berjalan.

Yang tidak kalah penting dan serunya bila ikutan Gowes adalah Perjalanan selama gowes juga sangat memberikan kesan tersendiri,  mulai dari menikmati indahnya pemandangan bukit Mata Ie, menikmati asri hijaunya permadani (sawah) yang menjadi panorama indah, menikmati pembangunan infrastruktur yang terasa baru, menikmati jajaran toko toko sepanjang jalan, menikmati keindahan tepi pantai dengan desiran ombak, pantai Uleele, Ujung Pancu dan objek wisata lainnya. Dan tak kalah serunya adalah adanya Ngopi Bareng dan nongrong bersama di kedai kopi disertai dengan canda dan tawa penuh kehangatan, yang sudah menjadi ciri khas bila kita tinggal di daerah ini.

Ini cerita gowes di Banda Aceh, cerita gowes komunitasmu bagaimana?. Salam sehat, salam bahagia dan salam penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *