Aktivis Perancis Ditahan Saat Menutup Monumen Jenderal Gallieni

0
Monumen, Prancis, Joseph Gallieni
Monumen Komandan militer Prancis, Joseph Gallieni ditutupi dengan kain hitam selama aksi yang diadakan oleh aktivis antikolonial, di Paris, Kamis, 18 Juni 2020. (Foto: AP/Thibault Camus)

LEAD.co.id | Aktivis anti-rasisme Perancis menutup monumen komandan kolonial, Jenderal Joseph Gallieni dengan kain hitam, saat demonstrasi di kota Paris, Kamis (18/6/2020). Aksi ini memicu ketegangan dan penangkapan tiga aktivis oleh polisi.

Associated Press menyebut, Jenderal Joseph Gallieni adalah pemimpin kampanye brutal saat meredam pemberontakan di koloni Prancis, tetapi lebih dikenal luas dan dirayakan sebagai pahlawan Perang Dunia I.

Tiga aktivis yang memanjat patung untuk menutupinya diborgol dan ditahan oleh polisi. Polisi juga mengancam akan menembakkan gas air mata pada aktivis dan jurnalis lain yang merekam adegan dari bawah. Maski demikian, Aktivis yang ditahan segera dibebaskan, dan kerumunan bubar dengan damai.

Baca :  Aktivis HMI Tuntut Walikota Bogor Tutup THM Bermasalah

Monumen itu termasuk patung Gallieni yang berdiri di atas alas yang dipegang oleh ukiran seorang wanita Afrika setengah telanjang, seorang tokoh Asia dan seorang wanita dari Madagaskar. Gallieni terutama adalah gubernur Madagaskar, di mana ia menghapuskan monarki yang berusia 350 tahun di pulau itu.

Dia dirayakan di seluruh Perancis dengan patung dan nama jalan. Tanda-tanda ke stasiun metro Paris atas namanya ditutup secara singkat pada hari Rabu dengan nama pengganti oleh aktivis anti-kolonial.

Françoise Vergès, seorang pemikir politik terkemuka tentang masalah penjajahan, ras dan jenis kelamin, menuntut patung itu dipindahkan ke museum.

Baca :  Kekerasan Terhadap Aktivis, Publik Minta Pelaku Ditersangkakan

“Gallieni dibantai di Madagaskar, Mali, Sénégal dan Vietnam, dia bukan pahlawan nasional,” katanya.

“Jika dia dipindahkan ke museum, kita perlu mendengar apa yang dia lakukan, kesaksian dari orang-orang Malagasi, Senegal dan Mali yang menceritakan kisah mereka.”

Presiden Emmanuel Macron mengatakan, Prancis tidak akan menjatuhkan patung figur yang terkait dengan kolonialisme atau perdagangan budak, meskipun ada tuntutan oleh kelompok aktivis di tengah gerakan yang sama di AS dan di tempat lain setelah protes atas kematian George Floyd di Minneapolis, 25 Mei 2020.

Baca :  Data Bansos Jomplang, Aktivis Minta Dinsos Bogor Dievaluasi

Sumber: Associated Press
Reporter: Rieke Rotinsulu
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here