LEAD.co.id | Puluhan pemuda yang tergabung dari Aliansi Cinta Polisi, mengelar aksi simpatik di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (3/8/2020). Dalam aksinya, mereka meminta agar kepemimpinan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dipegang oleh figur yang humanis.
“Dengan jalan yang humanis segala permasalahan bisa diselesaikan tanpa ada riuh kericuhan pada masyarakat. Bukan dengan cara yang represif dan tebang pilih sebagaimana penanganan yang terjadi saat ini,” terang koordinator aksi, Yusuf Ar.
Menurutnya, anggota POLRI yang humanis merupakan idaman masyarakat untuk hadir di tengah kehidupan mereka setiap hari. Begitu pula dalam menyelesaikan permasalahan, dibutuhkan sikap humanis anggota POLRI yang bisa memberikan rasa keamanan dan mengayomi setiap masyarakat tanpa memandang statusnya. Oleh karenanya “Keteladanan itu memang harus dimulai dari atas”.
“Maka perlulah institusi POLRI dipimpin oleh seorang KAPOLRI yang humanis, serta dipatuhi oleh jajarannya. Dan juga dekat dengan umat beragama di Indonesia,” ungkap Yusuf.
Dia melanjutkan, KAPOLRI yang humanis dengan umat beragama sangat dibutuhkan di negara dengan mayoritas penduduk Islamnya terbesar di dunia. KAPOLRI yang memahami gerakan gerakan umat Islam yang demokratis dengan tidak memberikan tindakan represif atau pun agresif, adalah dambaan seluruh umat Islam.
Menurutnya, dengan mayoritas masyarakat Indonesia adalah beragama Islam, maka wajar bila sebagian besar umat Islam menyampaikan sikap demokrasinya. Memahami umat Islam haruslah dilakukan oleh orang yang paham betul akan ajaran dan perilaku umat Islam. Maka sudah sewajarnya KAPOLRI dipimpin oleh petinggi POLRI yang demikian.
“Dengan begitu, perlu kami sampaikan bahwa KAPOLRI haruslah petinggi POLRI yang dekat dengan Umat Islam,” tegas Yusuf Ar.





