LEAD.co.id | Kepala Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tengah, Sofyam Farid Lembah, menekankan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap corona virus di Sulteng.
“Kedepan Perlu Rapat Koordinasi digelar dan dibuatkan kebijakan kewaspadaan atas bahaya virus Corona ini,” kata Sofyam melalui siaran pers yang diterima LEAD.co.id, Sabtu (29/2/2020).
Penekanan itu, tak terlepas adanya dugaan suspect corona virus terhadap salah seorang turis asal asal Francis, Cristina (71) yang harus dilarikan ke RSUD Ampana, Kabupaten Tojo Unauna pada hari Jumat kemarin (28/2).
Kabar terakhir, pasien dugaan suspect corona virus dibawa ke RSUD Luwuk untuk mendapat penanganan lebih lanjut dalam ruang observasi.
Penanganan covid-19 itu terkesan longgar. Terbukti saat dirinya mengunjungi beberapa daerah di Sulteng menggunakan akses transportasi udara.
Dua minggu ini saya keliling di beberapa daerah, seperti di kab Banggai, Poso, Tojo Una Una, Parigi dan baru-baru ini di Toli Toli.
Saat tiba di bandara udara masing-masing daerah yang dikunjunginya, ada kesan telah kurangi kewaspadaan terhadap mobilitas penduduk yang tiba di bandara udara.
Hanya bandar udara di Kabupaten Banggai ada sistem scan terhadap penumpang yang datang ke kota Luwuk. Saat saya meninggalkan menaiki pesawat lewat bandara, tak ada pemeriksaan.
Parahnya, alat yang digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh para penumpang juga ini juga tidak dilakukan terhadap beberapa Warga Negara Asing (WNA) yang hendak pergi maupun tiba di Kota Luwuk.
Sedangkan untuk bandara di Kabupaten Poso dan Toli Toli, juga tidak dilakukan pemeriksaan baik di pintu kedatangan maupun kepergian.





