Site icon LEAD.co.id

Bedah Buku “Pilkada Langsung”, Yayasan Lilin Bahas Polemik Pemilu

FOTO. Screenshot kegiatan diskusi bedah buku Pilkada Langsung yang diselenggarakan Yayasan Lingkar Literasi Negeri

JAKARTA (LEAD.co.id) – Yayasan Lingkar Literasi Negeri (Lilin) gelar diskusi bedah buku kedua yang bertajuk “Pilkada Langsung” karya penulis Teddy Khumaedi, Okpa Trioka Syafta dan Indra Hari Purnama.

Kegiatan yang menghadirkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota bogor, Dede Juhendi sebagai pembedah buku berlangsung secara Dalam Jaringan (Daring) pada Kamis, (31/03/2022) ini berlangsung selama 120 menit melalui aplikasi Zoom Meeting yang di ikuti berbagai latar belakang.

Dalam diskusi yang dipandu, Kepala Rubrik Literasi lead.co.id, Rendy Dwi Maulana menyinggung beberapa persoalan seputar pemilu yang ada dalam buku tersebut.

Menurut Teddy Khumaedi selaku penulis buku Pilkada Langsung menyampaikan, dirinya bersama rekan lainnya mengangkat tiga isu yang dituangkan dalam bentuk buku.

“Jadi 3 isunya itu soal Prospek Pilkada, Manajemen konflik pemilihan dan Marketing Politik,” sampainya.

Selain itu, dirinya juga berharap melalui bukunya ini masyakarat dapat menseleksi dan melek terhadap politik praktis.

“Harapan saya melalui buku Pilkada Langsung ini masyarakat Luas untuk menseleksi pemimpin terbaik adalah merupakan keniscayaan yang bisa jadi kenyataan,” tambahnya.

Disisi lain, Komisioner KPU Kota bogor yang juga sebagai pembedah buku, Dede Juhendi menyampaikan apresiasinya terhadap pandangan penulis hingga menjadi catatan evaluasi bagi KPU.

“Buku ini menjadi catatan dan banyak hal di dalam buku telah menjadi bahan evaluasi KPU, salah satunya peristiwa Pemilu 2019 yang memakan korban dari penyelenggara Pemilu di lapangan,” tuturnya.

Selain itu, masih Dede, pemilu dan pemilihan serentak 2024 adalah amanat undang-undang yg harus kita sukseskan bersama.

“Evaluasi pemilu 2019 menjadi dasar untuk perbaikan pelaksanaan pemilu dan pemilihan 2024,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya juga berharap Lilin dapat melakukan diskusi masif dengan mengangkat tema-tema lainnya dalam upaya literasi demokrasi.

“Harapan saya kepada yayasan Lintas Literasi Negeri ini, semoga semakin sering melakukan kegiatan literasi demokrasi dan elektoral di Indonesia, demi menuju konsolidasi demokrasi elektoral yg lebih baik,” tutupnya.

Diakhir, Sekretaris Yayasan Lingkar Literasi Negeri, Aru Prayogi menyebut kedua narasumber memiki pandangan yang sama soal tanggapan dan pertanyaan dari audiens.

“Terkait manajemen konflik bahwa peran partai politik begitu esensial untuk mengelola konflik bahkan penulis menyampaikan konflik itu tidak boleh dihindari tetapi dikelola,” jelasnya.

Selain itu, masih Aru, ada Kang Dede dengan regulasi yang ada KPU punya peran untuk sistem edukasi kepada pemilih meskipun masih perlu adanya campur tangan partai sebagai bagian yang ikut berkontestasi di dalam pemilihan.

“Utamanya tentu peran masyarakat yang kian dewasa akan membawa etika pemilihan yang semakin baik,” pungkasnya.

Reporter : Jhonie
Editor : Hasanuddin

Exit mobile version