Bersama Dompet Dhuafa : Cahaya Persatuan dari Mentawai

0
Tim Dompet Dhuafa saat Buka Puasa Besama dengan masyarakat Dusun Labuhan, Bajau Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai, Minggu (26/19/2019).

LEAD.co.id | Sunyi senyap beratapkan bintang dengan deburan ombak menemani malam itu. Jauh dari hingar bingar dari perkotaan maupun dari kebisingan perpolitikan, di Barat Indonesia, persatuan itu masih ada. Tanpa melihat perbedaan kenyakinan, kesatuan itu masih ada di masyarakat Mentawai. Bersama Dompet Dhuafa dengan masyarakat Dusun Labuhan, Bajau Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai, melaksanakan buka puasa bersama sambil mendalami pendidikan islam, Minggu (26/19/2019).

“Dengan diadakannya kegiatan buka bersama dan sahur yang kami adakan setiap harinya di bulan Ramadhan ini kami berharap para masyarakat dapat merasakan suasana bersahur dan berbuka bersama baik dengan para muslim dan non muslim. Kami juga berharap agar bantuan yang disalurkan terus menerus tersalurkan untuk para warga Mentawai setidaknya kami dapat membantu mereka dalam konsumsi makanan dan pakaian”, ungkap Bowo, Mitra Dompet Dhuafa Mentawai.

Baca :  Gubernur Riau Gandeng DD dalam Gerakan Ketahanan Pangan

Dompet Dhuafa mengadakan buka bersama warga Dusun Labuhan Bajau Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai dan juga perwakilan dari Dompet Dhuafa memberikan materi singkat untuk para anak-anak Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan diadakan pula perlombaanuntuk anak-anak dilokasi tersebut. Peserta buka bersama kali ini diikuti oleh lebih kurang 50 orang. Diakhir acara Dompet Dhuafa memberikan hadiah untuk tujuh anak yatim, dua anak piatu dan delapan janda. Kegiatan buka bersama dan perlombaan TPA ini berjalan dengan sangat damai dan khidmat, mengikut sertakan para tokoh desa serta warga non muslim yang saling berdampingan bersama umat muslim lainnya.

Seperti diketahui Mentawai ialah salah satu suku yang memiliki adat tradisional yang sangat mengental didalam diri para masyarakatnya. Mayoritas masyarakat Mentawai ialah non muslim, dan sekitar 30%nya ialah muslim. Di dalam kondisi tersebut tidak menjadi halangan untuk Dompet Dhuafa berikhtiar menyiarkan ajaran-ajaran Islam rahmatan Lil ‘alamin (Islam bagi semua makhluk di dunia) di Mentawai. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini serta membina untuk masyarakat akan kehindahan Islam. Di awal Ramadhan tahun ini terdapat sembilan Kepala Keluarga dengan 43 orang teguh untuk mengikuti ajaran-ajaran Al- Quran, tepatnya mereka ialah para warga dari desa saibi saibi samukop,dusun sirisurak kec.siberut tengah.

Baca :  Antisipasi Outbreak, DD Rancang RS Container untuk Isolasi Pasien Covid-19

Tujuan mulia  Dompet Dhuafa untuk terus memberikan pendidikan islam berjalan dengan lancar serta terus menyalurkan donasi untuk para warga Mentawai agar dapat membantu perekonomian para warga yang mayoritas berkerja sebagi nelayan dan petani. Gerakan syiar yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa berjalan dengan baik salah satunya karena keterbukaan dan toleransi beragama yang dimiliki oleh masyarakat Mentawai, terdapat para tokoh-tokoh yang juga menjadi mualaf pada bulan Ramadhan ini.

Namun, tidak dipungkiri adat dalam Mentawai sangatlah melekat, salah satunya ialah di Mentawai masyarakat hanya berternak satu hewan yaitu babi, baik islam maupun non islam tetap memelihara babi sebagai andalan ternak mereka. Maka dari itu perlu diberikan kekuatan ikhtiar untuk terus mengikuti pendidikan Islam. Serta Dompet Dhuafa akan terus menyalurkan donasi-donasi yang didapat dari para donatur untuk membatu memajukan perekonomian masyarakat Mentawai. (Dzl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here