BMPS Minta Kegiatan Belajar di Bogor Perhatikan Protokol Kesehatan

0

LEAD.co.id | Menteri pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarim melalui siaran persnya meminta untuk tidak melakukan kegiatan belajar mengajar di zona merah mendapatkan reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya dari ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor, Dr Agus Sriyanta.

Menurut Agus, sekolah swasta seharusnya tetap di buka saat pemberlakuan new normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan saat melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Alasannya jelas, anggaran operasional sekolah swasta berasal dari orang tua murid hal ini menjadi beban sekolah karena harus membayar gaji mereka,” jelas ketua YPI Ar-Rohman.

Baca :  Perdana!, Komisariat Fahutan IPB HMI Cabang Bogor Gelar RAK Secara Virtual

Alasan lainnya, kata Agus, sekolah harus dibuka karena saat ini muncul kebosanan dari siswa dan orang tua terhadap pembelajaran daring. Masih rendahnya kompetensi guru dalam merencanakan dan melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran daring.

Menurutnya tidak semua siswa mempunyai fasilitas pendukung untuk pembelajaran secara daring. Tidak semua orang tua siap mendampingi siswa belajar dirumah.

“Dan yang terakhir tidak semua wilayah Kabupaten Bogor memiliki jaringan internet stabil,” paparnya.

Pimpinan kampus Al Madinah ini menambahkan, agar tidak terpapar dan terkapar akibat Covid-19 pihak sekolah harus membuat standar operasional prosedur (SOP).

Baca :  Bebani Setumpuk Tugas, KPAI Sebut Guru Bikin Siswa Stres

“Sekolah harus menyiapkan SOP untuk sekolah, guru, karyawan, siswa dan orang tua,” tandas Agus saat menjadi narasumber webinar dengan tema menaker kesiapan pemangku kepentingan pendidikan menyongsong pemberlakuan new normal kegiatan pembelajaran di kabupaten Bogor, pada Selasa (16/06/2020)

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menjelaskan, saat pandemi Covid-19 pihak sekolah harus memperhatikan protokol kesehatan.

“Proyokolnya seperti melakukan sosialisasi KBM, Melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah satu kali sehari, Melakukan screening terhadap tenaga pengajar, Menyiapkan prasarana protokol kesehstan, cuci tangan, Physical distanting, Guru tidak berpindah pindah kelas dan Menghindar kerumunan serta Membawa bekal sekolah,” jelasnya.

Baca :  JAMPE Haji Oman : Putihkan Gunung Picung

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menjelaskan, pihaknya sudah membuat skenario jika kegiatan belajar mengajar dilakukan saat pandemi Covid-19.

“Skenarionya nanti berupa manajemen sekolah diantaranya, persiapan dan proses screening bagi guru dan karyawan. Screening zona lokasi dan tempat tinggal guru dan karyawan, Test covid serta langkah-langkah kegiatan belajar mengajar,” tutupnya.

Reporter : Jhonie
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here