Site icon LEAD.co.id

Bogor Book Fair 2026: Dorong Peran Mahasiswa dalam Literasi dan Industri Kreatif

BOGOR (Lead.co.id) – Bogor Book Fair 2026 yang merupakan hasil kolaborasi antara IPB Press dan Kementerian Industri Kreatif BEM KM IPB sukses diselenggarakan di IPB International Convention Center (IICC), Botani Square, Kota Bogor, pada Senin, 24 Maret 2026.

Kegiatan Bogor Book Fair 2026 kembali hadir sebagai wadah strategis dalam memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong keterlibatan aktif mahasiswa sebagai pemeran utama dalam menghasilkan gagasan dan karya yang berdampak bagi masyarakat luas.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Wali Kota Bogor, Bunda Literasi, Direktur IPB Press, jajaran BEM KM IPB, serta perwakilan komunitas literasi dan pelaku industri kreatif. Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi ratusan mahasiswa dan masyarakat umum yang mengikuti rangkaian kegiatan secara terbuka.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Mahasiswa BEM KM IPB, M. Afif Fathin R., menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam gerakan berbasis literasi.

“Yang bisa kami pastikan tanpa batas adalah semangat kebermanfaatan mahasiswa untuk mengabdi. Literasi dan numerasi menjadi fokus utama kami, terutama dalam sektor pengabdian kepada masyarakat. Dan alhamdulillah, kami mendapatkan ruang untuk menjadi kolaborator dalam Bogor Book Fair 2026 ini,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti perlunya perubahan cara pandang terhadap literasi dan meyakini bahwa Bogor Book Fair 2026 dapat memberikan ruang untuk memfokuskan literasi dan numerasi dalam sektor pengabdian masyarakat.

“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya menjadi pembaca. Kita harus menjadi co-creator yang mampu mengubah gagasan menjadi karya nyata, serta menjembatani ilmu dengan kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Afif juga menekankan bahwa perkembangan industri kreatif menjadi salah satu faktor kunci dalam arah pembangunan nasional ke depan.

“Kita melihat bahwa masa depan pembangunan nasional sangat dipengaruhi oleh perkembangan industri kreatif. Oleh karena itu, mahasiswa harus hadir dan mengambil peran dalam ekosistem ini. Pembentukan Kementerian Industri Kreatif di BEM KM IPB merupakan langkah strategis untuk menjawab arah tersebut,” jelasnya.

Dengan kekuatan akademik dan komunitas yang ada, Bogor memiliki peluang besar menjadi kota literasi. Peran mahasiswa menjadi penting untuk memastikan gerakan ini tidak hanya hidup di kampus, tetapi juga menjangkau masyarakat secara luas melalui kolaborasi nyata.

Direktur IPB Press, Erick Wahyudyono, S.P., dalam sambutannya turut menegaskan komitmen lembaganya dalam memperkuat literasi melalui publikasi ilmiah yang berkualitas. Hal ini diperkuat dengan pernyataannya tentang tingkat literasi Kota Bogor yang membanggakan.

“Bisa kita lihat di 2025 tingkat literasi Kota Bogor ini yang paling tinggi ya di Jawa Barat dan sangat mendukung dengan apa yang hendak kita kembangkan,” Ungkapnya saat sambutan.

Sementara itu, Wali Kota Bogor yaitu Bapak Dedie Abdu Rachim, M.A., turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam membangun ruang literasi dan kreativitas.

“Dari semua perubahan perubahan, semuanya dimulai dari literasi dan Alhamdulillah Kota Bogor meraih peringkat tertinggi minat literasi di Jawa Barat,” tuturnya.

Bogor Book Fair 2026 juga menghadirkan Creative Insight Session sebagai salah satu agenda utama. Sesi ini mempertemukan akademisi, praktisi, serta pelaku industri kreatif dalam diskusi yang interaktif dan inspiratif terkait literasi dan inovasi.

“Kami melihat adanya peluang kolaborasi di bidang Industri Kreatif dengan tujuan mendorong sektor ini semakin berkembang dan berdampak nyata.” Ungkap Devi Astriani Saputri selaku Menteri dari Kementerian Industri Kreatif BEM KM IPB 2026.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung dengan aktif sehingga mampu melahirkan berbagai ide dan perspektif baru.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Bogor Book Fair dapat terus berkembang menjadi gerakan literasi yang berkelanjutan, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mendorong mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Inovasi menjadi nyata, gagasan menjadi karya”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kapasitas literasi, tetapi juga produktif, kolaboratif, dan berdaya saing.

Exit mobile version