Bus Kita Trans Pakuan Akan Beroperasi 2 November 2021

oleh -498 views
Bima Arya, Bus Kita, Trans Pakuan, Bus Kita Trans Pakuan, Transportasi Kota Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya saat melihat Bus Kita Trans Pakuan di karoseri Laksana, Semarang, pada Jumat, 29 Oktober 2021 [File: Screenshot video Pemkot Bogor]

BOGOR (LEAD.co.id) – Bus Kita Trans Pakuan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bogor dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dijadwalkan beroperasi pada 2 November 2021. Program ini untuk mengurangi jumlah angkot serta memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warga.

Bus berukuran ¾ ini akan melayani koridor 5 yang melintasi rute Ciparigi, Warung Jambu, Ahmad Yani, Air Mancur, Fly Over Martadinata, Merdeka, Jembatan Merah dan Stasiun Bogor. Kemudian dari Stasiun Bogor kembali lagi menuju Ciparigi melalui Jalan Juanda, Sudirman, Pemuda, Warung Jambu, Sholeh Iskandar, Talang, Simpang Pomad.

Berbagai fasilitas disematkan dalam bus medium jenis terbaru Nucleus 5 ini. Secara eksterior yang paling mencolok adalah fasilitas bracket atau rak khusus sepeda yang dipasang pada moncong bus untuk memudahkan para goweser. Bentuknya futuristik ditambah sentuhan desain Batik Bogor.

Baca :  LKPJ 2020: PAD Kota Bogor Capai 117 Persen

Pada interior pastinya terpasang pendingin udara (AC), CCTV, passenger counting system, disability friendly, peralatan keamanan APAR dan pintu emergency. Untuk kapasitas penumpang 35 orang terdiri dari 20 tempat duduk dan 15 berdiri.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, Bus Kita Trans Pakuan ini diproyeksikan akan menggantikan angkot-angkot di Kota Bogor dengan sistem konversi 3 unit angkot menjadi 1 unit bus. Dengan jumlah 49 bus dari BPTJ, akan menggantikan 147 angkot sampai akhir tahun 2021.

“Inilah penampilan Bus Kita Trans Pakuan yang sedang diproduksi di karoseri Laksana. Kerjasama dengan BPTJ Kemenhub. Insya Allah 49 bus siap meluncur di November ini, menggantikan 147 angkot. Konversi 3 angkot menjadi 1 bus,” ungkap Bima saat melihat Bus Kita Trans Pakuan di karoseri Laksana, Semarang, pada Jumat (29/10/2021).

Baca :  Bima Arya Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Operasi Kurma Raya 2022

Dalam sistem konversi tersebut, pengemudi angkot akan menjadi pengemudi bus dengan sistem shift. Sedangkan yang tidak menjadi pengemudi bus akan dilatih menjadi mekanik atau ditempatkan di bagian perawatan.

Di tempat yang sama, Sekretaris BPTJ Zamrides mengatakan, kehadiran Bus Kita Trans Pakuan ini merupakan implementasi program Buy The Service (BTS). Bentuknya yaitu kolaborasi peremajaan transportasi di seluruh Indonesia, yang saat ini di Kota Bogor.

“Karena ini untuk perbaikan transportasi, kita harus mulai dari BTS, ada subsidi kepada penumpang agar mereka mau naik angkutan umum,” kata Zamrides.

Ia menambahkan, BPTJ semula akan menghadirkan 75 bus di Kota Bogor. Namun karena waktu sisa 2 bulan, jadi hanya bisa 49 bus secara bertahap.

Baca :  Santunan PWI Kota Bogor, Bima Arya Curhat ke Calon Walikota

Bus Kita Trans Pakuan ini, kata dia, akan soft launching pada awal November dan langsung beroperasi. Untuk awal hingga akhir tahun, gratis. “Nanti kita evaluasi, bisa saja kalau sudah berbayar, bayarnya setengah atau seperti apa skemanya. Tapi tetap ada subsidi,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Eko Prabowo menyambut baik progres penataan transportasi di Kota Bogor ini. Untuk menyukseskan program ini, sejumlah persiapan dilakukan antara lain pembekalan dan pelatihan bagi pengemudi bus, cek halte, sosialisasi kepada masyarakat hingga survey kondisi lalu lintas.

Menurutnya, BTS ini merupakan batu loncatan untuk penataan transportasi selanjutnya. Dia mempersilahkan masyarakat menikmati bus gratis ini sampai akhir bulan Desember.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Prokompim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *