Nasib Driver Ojol & Supir Angkot Ditengah Covid-19

oleh -261 views

LEAD.co.id | Dampak wabah virus corona semakin mengerikan pada segi ekonomi, terutama para pencari rezeki seperti pengemudi angkutan umum (Angkot) dan pengemudi Ojek Online (Ojol), pasalnya sejak sekolah diliburkan dan para pekerja kantoran dibatasi jam kerja serta tempat wisata ditutup oleh pemerintah pendapatan turun drastis.

Uning (43) seorang supir mengeluhkan semenjak wabah Covid-19 merajalela yang berimbas dengan pemasukan narik angkotnya.

“Sangat berat sekali kami disini ada yang sudah ngetem 6 jam hingga 7 jam belum dapet sewa sama sekali. Harapan kami hanya dari para penumpang kereta api, yang dulu biasanya setiap 15 menit kereta datang, nah sekarang satu jam sekali baru sampai di Statsiun Bogor,” ujarnya kepada Lead.co.id, Jum’at (03/04/2020).

Baca :  Lomba Posyandu, PKK Katulampa Dapat Hibah Tanah

Dirinya menambahkan, sejak keluar pagi narik angkot sampai sore biasanya sudah menghmenghasilkan 200.000, namun saat ini untuk mencapai Rp 30.000 sangat susah.

Beberapa angkot memakirkan kendaraannya menunggu penumpang

“Kita disini sangat merasakan dampak dari wabah corona yang berimbas dengan penghasilan kita semua, storan angkot bervariasi dari Rp 120.000 sd Rp 150.000 perharinya sangat berat untuk saat ini, kami punya tanggungan keluarga dirumah dengan kami sebagai tulang punggungnya, semoga keadaan seperti ini bisa cepat berlalu dan kembali normal lagi,” tambahnya.

Ditempat lain, Shidiq (40) selaku driver ojol yang mencoba keberuntungan di Bogor pasca pemberlakuan karantina wilayah di Jakarta, berakibat penutupan akses jalan diberapa ruas jalan di DKI.

Baca :  Penertiban PKL Abdullah bin Nuh Sempat Diwarnai Adu Mulut

“Kita dari pagi pukul 00.00 Wib sampai sore ini normal sebelum ada wabah corona sudah dapat sekitar 30 trip, tapi sekarang baru 2 trip kalau diuangkan hanya sekitar 20 ribuan kang. Sangat berat dan menjerit hati saya kalau bisa diucapkan, anak dan istri tetap menunggu hasil dari ngojek saya,” ucap warga Ciawi yang dulu biasa ngojek di Jakarta ini.

Menurut informasi yang didapat dari para pengemudi angkot, bahwa seminggu yang lalu pihak Organda sudah mendata dan mengumpulkan KTP dari para supir untuk penerimaan subsidi, tetapi sampai detik ini belum terealisasi.

Baca :  PPP Kota Bogor Akan Sosialisasikan UU Pesantren

Reporter : Sally Sumeke
Editor : Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *