Cegah PMK, Dedie Rachim Minta Gencarkan Edukasi kepada Masyarakat

oleh -432 views

BOGOR (Lead.co.id) – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meminta semua unsur untuk terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat tentang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha.

Hal itu ditegaskan Dedie saat mengunjungi Rumah Potong Hewan (RPH) Bubulak di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, pada Senin (4/7/2022). Dengan berbagai cara, kata Dedie, pesan akan wabah PMK harus tersampaikan dengan baik oleh masyarakat.

“Masyarakat harus diberi edukasi terkait dengan kondisi dan bagaimana cara mengatasinya. Perlu diberi informasi pula bagaimana masyarakat bisa membeli hewan kurban,” kata dia.

Baca :  Jumling Perdana, Wali Kota Silaturahmi ke Ketua MUI Kota Bogor

Bukan tanpa tindakan, pemerintah bersama dengan unsur terkait sudah melakukan berbagai langkah. Pertama, edukasi agar pemahaman masyarakat terhadap PMK itu lebih memadai dan dipahami.

“Kedua, kami melakukan pemetaan dan monitoring. Dimana saja kira – kira potensi terjadinya PMK dan kemudian kita lakukan treatment. Ketiga, kami juga melakukan vaksinasi dan pemberian obat-obatan kepada hewan yang masih sehat,” sambungnya.

Dengan langkah – langkah tersebut, semua hewan kurban tak berpotensi terpapar. Sehingga bisa dipastikan pula hewan tersebut layak untuk dikonsumsi. Termasuk pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PMK tingkat kota hingga ke wilayah terkecil.

Baca :  Hadir di Bianco Costel Bogor, Ela Greek Doughnuts Berikan Kelezatan Istimewa

Untuk itu, Dedie memastikan masyarakat bisa lebih tenang menghadapi Idul Adha. Sekaligus tidak ada kekhawatiran untuk membeli hewan kurban karena kesehatannya sudah terjamin.

“Kami sangat ketat dan berkeinginan tidak terjadi atau meluas PMK di Kota Bogor. Makanya kami membentuk satgas, edukasi, monitoring, pengawasan di lapangan dengan tujuan agar tidak semakin meluas. Yang pasti ada hewan sakit yang ditangani secara klinis. Dan hewan sehat yang harus kita jaga kesehatannya agar tidak terjangkit,” kata Dedie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *