Dampak Covid-19, Okupansi Hotel Di Kota Bogor Alami Penurunan

oleh -248 views

LEAD.co.id | Sejumlah hotel di Kota Bogor mengalami okupansi dampak dari penyebaran virus Covid-19. Terhitung sejak 7 hari terakhir, dihari Jum’at, Sabtu dan Minggu okupansi hotel berada di 35% sampai 40% sudah mulai drop.

Hal tersebut di ungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, dr.Yuno Abeta Lahay melalui pesan singkat WhatsApp kepada media, Minggu ( 22/03/2020).

“Dan hari Senin kemarin semakin parah diangka 19% sampai 20% rata-rata untuk semua hotel yang ada di Kota Bogor, terlebih ketika Walikota Bogor, Bima Arya dinyatakan positif Covid-19 dan sejak Pemkot Bogor mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) okupansi semakin terpuruk dibawah 10%,” tutur Yuno yang menjabat juga sebagai Ketua BPPD ini.

Baca :  PHRI Minta Kelonggaran Wisatawan, Bumi Aki Kerahkan Karyawan Sebar Makanan

Kejadian ini menjadi yang terburuk untuk hotel-hotel di Kota Bogor sejak 5 tahun terakhir, bahkan jauh lebih parah daripada tahun 2015 saat ada kebijakan larangan rapat dan meeting di hotel bagi instansi pemerintah.

“Untuk restoran memang tidak separah hotel, tapi penurunannya cukup tajam, karena memang masih terbantu dengan adanya proses bisnis delivery order dalam artian tidak adanya kunjungan makan di tempat,” tambahnya.

Proses seperti itu menurut Yuno, kemungkinan tidak bisa bertahan lama, tergantung dari penyebaran virus corona itu sendiri.

“Harapan saya, semoga ini cepat berakhir, pemerintah bisa melakukan tindakan yang tepat dan sigap.Masyarakat bisa mematuhi anjuran dan arahan dari pemerintah jangan berasumsi sendiri serta kita percayakan semuanya,dan yakin kita harus akhiri ini semuanya,” pungkas Yuno.

Baca :  Dilantik, PHRI Kabupaten Bogor Akan Tutup Jalur Puncak

Reporter : Sally Sumeke
Editor : Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *