Dari Literasi ke Kepercayaan: Bagaimana PLN Mengedukasi & Melindungi Pelanggan

oleh -124 views

Jakarta (Lead.co.id) – PT PLN (Persero) tengah menjalankan Proyek Sosial Nasional Literasi 2025, yang digelar sejak Agustus lalu di 500 desa terpilih di 34 provinsi. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pembacaan meter, penggunaan PLN Mobile, dan cara memverifikasi informasi resmi agar terhindar dari hoaks diskon.

Hingga pertengahan Juli, PLN telah menyelesaikan sesi dasar di 200 desa di Pulau Jawa dan Sumatra. Hasil awal menunjukkan keluhan soal pembacaan meter turun 30% di lokasi pilot, sementara laporan hoaks diskon berkurang 45% berkat edukasi langsung ke pelanggan.

Baca :  Dukung Pendidikan, PLN Dapat Penghargaan dari Kemendikbud

Ke depannya, program akan memasuki fase lanjutan pada Agustus–Desember 2025, mencakup pelatihan lanjutan, implementasi Sistem Informasi Desa Terang, dan PLN Bus Literasi yang kini sudah beroperasi di Kalimantan Utara dan Papua Barat.

Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, memandang perkembangan ini positif. “Penurunan keluhan sehebat itu menunjukkan literasi bukan sekadar teori tetapi dasar kepercayaan. Masyarakat yang paham lantas menjadi mitra dalam pengawasan layanan,” katanya ke awak media, Jumat (18/7/2025)

Selain pembacaan meter, PLN fokus memperkuat kanal aduan real-time via PLN Mobile dan call center 123 yang kini terintegrasi dengan chatbot pintar. Respons keluhan dipastikan kurang dari 24 jam, menandai peningkatan signifikan dibanding tahun lalu.

Baca :  Tambah 4 SPKLU, PLN Pastikan Pengendara Mobil Listrik Nyaman

Romadhon menilai respons cepat ini krusial. “Kepercayaan tumbuh saat aduan serius ditindaklanjuti tuntas. Transformasi digital harus sejalan dengan kultur responsif,” ujarnya.

Inovasi lain, Sistem Informasi Desa Terang, kini aktif di 75 desa. Portal ini menampilkan status pasokan, histori tagihan, dan laporan aduan secara transparan dapat diakses oleh kepala desa dan warga umum.

Romadhon menekankan pentingnya data terbuka. “Publik perlu akses langsung ke data; itu membuat rumor hoaks tak lagi punya ruang,” tambahnya.

PLN menargetkan hingga akhir tahun keluhan pembacaan meter turun 50% dan hoaks diskon merosot 80% di seluruh desa program. Masyarakat diajak ikut mendaftar sesi literasi melalui PLN Mobile atau sms “LITERASI” ke 123.

Baca :  Kritik atau Serangan Politik? Polemik Ojol Uji Kedewasaan Demokrasi

Dari literasi hingga kepercayaan, PLN membuktikan: edukasi dan perlindungan pelanggan bukan sekadar jargon, melainkan fondasi layanan listrik berkualitas menyalakan harapan dan memupuk kepercayaan publik.