Dari Papua, 400 Pasukan Setan Kembali ke Bogor

oleh -434 views

BOGOR (Lead.co.id) – Sebanyak 400 “Pasukan Setan” telah kembali dari Papua secara lengkap dan utuh ke Markas Yonif 315/Garuda, Gunung Batu, Kota Bogor, pada Rabu (29/6/2022).

Kedatangan mereka disambut upacara defile marching band militer di sepanjang Jalan Raya Gunung Batu. Tampak Wakil Wali Kota Bogor, Kapolresta, Dandim 0606, hingga masyarakat ikut menyambut pasukan tersebut.

Pasukan itu bertugas sebagai Satgas Pamrahwan yang dilepas pada 23 Mei 2021 lalu untuk menjaga teritorial dan kedaulatan bangsa di bumi Tanah Mutiara Hitam selama 13 bulan.

Pasukan Setan itu bertugas di wilayah Mimika, Merauke, Mappi dan Asmat. Sejumlah 19 Pos penjagaan tersebar di 4 wilayah dengan jumlah 20 hingga 30 personel.

Baca :  Danrem Pimpin Upacara Pemberangkatan Satgas Pamrahwan Papua

Saat tiba di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, Pasukan Setan itu disambut oleh Pangdam lll/Slw Mayjen TNl Kunto Arif Wibowo didampingi Danrem 061/Sk Brigjen TNI Rudy Saladin.

“Alhamdulillah selama bertugas disana belum pernah ada kontak senjata dengan pihak separatis KKB (OPM),” kata Komandan Yonif 315/Garuda, Letkol Inf Suryanto.

Dia menyampaikan rasa syukur, karena berkat do’a semuanya, Pasukan Setan itu bisa kembali dengan selamat dan utuh ke home base tercinta.

“Target utama kami adalah berangkat lengkap dan pulang pun harus lengkap, kemudian target yang kedua yaitu di daerah penugasan bisa merangkul masyarakat semaksimal mungkin,” kata Suryanto.

Baca :  Danrem Berikan Pengarahan Jelang Pemberangkatan Satgas Pamrahwan Papua

Pihaknya juga memegang teguh slogan yang diturunkan dari Korem 174/Papua yaitu “Baktiku untuk Papua”, yaitu berani untuk melindungi, mencintai harkat serta martabat orang Papua.

Lebih lanjut Suryanto menjelaskan, arti menjaga yaitu jangan pernah sekalipun menyakiti hati orang Papua, jika itu dilakukan maka masyarakat Papua akan antipati terhadap pasukan tersebut.

Dalam setiap kegiatan apapun, pihaknya berupaya untuk menarik simpati masyarakat di sana melalui pendekatan teritorial seperti pelayanan kesehatan, bercocok tanam, dan memberikan pengajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *