Pulang Kampung yang Membahagiakan

oleh -1,163 views

Oleh: Apendi Arsyad

Alhamdulillah wa syukurillah… Tepat pukul 19.45 Wib pesawat Super Air Jet yang saya tumpangi bersama keluarga dari Kota Pekanbaru (Pku) dengan tujuan bandara Sukarno-Hatta mendarat dengan mulus dan selamat.

Selama terbang, suasana terasa kurang nyaman, akibat cuaca agak buruk. Sudah lk 5 hari saya dan keluarga berada di kampuang halaman Cerenti, tempat kelahiran, dibesarkan dan dididik oleh kedua orangtuaku.

Kota kecil Cerenti adalah salah satu ibu kota Kecamatan di Kebupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau yang telah banyak memberikan arti dan makna hidup bagiku di masa kecil dan remaja, masa bersekolah di kampuang halaman.

Baca :  Sudah Saatnya Kita Peduli Melestarikan Warisan Sejarah Kuansing

Kota yang penuh kenangan bagiku yang tak kan pernah terlupakan. Apalagi Cerenti memiliki alam topografi nan indah, dengan daerah aliran sungai (DAS) Kuantan yang melintasi atau membela dua kawasan Kecamatan Cerenti.

Di lahan tepi sungai tumbuh aneka tanaman hutan tropis yang hijau, pepohonan kelapa, perkebunan sayur-sayuran dan buah-buahan (hortikultur) masyarakat lokal, ada tumpukan pasir putih, ada bebatuan (bahasa Cerenti, “batu karak/batu bara”) tempat bersembunyinya (habitat) aneka ikan air tawar seperti Patin, Bawung, Buwan, Kalui, Kapiek, udang Galah, Tapa, Belido, Bangarek, dll.

Baca :  Viral Penari Pacu Jalur: Momentum Bangkitnya Wisata Kuansing

Panorama alam nan indah DAS Kuantan ini, saya nikmati tidak perlu jauh berjalan, cukup saya berada lk 10-15 meter di belakang rumah peninggalan (warisan) orangtuaku, sebab rumah “soko tuo” yang kini telah menjadi Kantor Yayasan Arsyada Cerenti Madani (YACM), memang berada persis posisi membelakangi DAS Kuantan.

Dari posisi saya berdiri di belakang rumah itu, saya bisa melepas pandangan desa Pulau Jambu, Ikuak Desa Sikakak (daerah Sianyir, tempat aku semasa remaja bergembala sapi), tampak juga tebing kompang Kelurahan Pasar Cerenti. Kemudian ke arah hilirnya tampak pemandangan Desa Koto dan Pulau Tonga yg kini mulai mengecil dan hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *