Datangi Lurah Cikaret, Kades Kota Batu Bahas Penanganan Banjir

oleh -755 views
Bogor Selatan, Kota Batu, Banjir
Kades Kota Batu Ratna Wulansari bersama jajarannya mendatangi Kantor Camat Bogor Bogor Selatan, pada Senin (15/2/2021).

LEAD.co.id | Pemerintah Desa Kota Batu menyambangi Kantor Kelurahan Cikaret, Kota Bogor Selatan, pada Senin (15/2/2021). Mereka membahas solusi banjir yang terjadi di Jalan Kapten Yusuf, jalur penghubung Kota dan Kabupaten Bogor.

Pasalnya, pada Minggu (14/2) malam, banjir terjadi di Jalan Kapten Yusuf atau tepatnya di depan Gang Kosasih, Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Wilayah tersebut berbatasan dengan Kelurahan Cikaret, Kota Bogor Selatan.

Merespon banjir tersebut, Kades Kota Batu Ratna Wulansari bersama jajarannya menemui Lurah Cikaret, Bogor Selatan, Kota Bogor untuk bersama-sama mencarikan solusi terbaik dalam penanganan banjir di perbatasan itu.

“Memang di wilayah kita (Kota Batu – Cikaret) ini memiliki satu permasalahan yaitu banjir dan kemarin banjir kembali terjadi, sehingga saya datang ke sini untuk bertemu sekaligus mencarikan solusi terbaik bersama Lurah Cikaret, pak Hasan,” kata Ratna kepada media.

Baca :  Pandeglang Diterjang Banjir, 16 Desa Terdampak

Ratna mengaku, bahwa banjir ini kerap terjadi didepan Gang Kosasih. Hal ini, kata dia, kondisi saluran air di depan Gang Kosasih kecil dan ditambah didalamnya itu terdapat sampah, sehingga tersumbat dan airnya meluap ke jalan.

“Jadi, sebetulnya air dari Kota Batu itu mengalir dengan lancar, tapi sesampainya di depan Gang Kosasih airnya itu tumpah ke jalan. Jadi kita coba untuk memecahkan permasalahan ini secara bersama,” ujarnya.

Dari pertemuan ini, Ratna menyampaikan bahwa dia dan Lurah Cikaret sepakat untuk memperbaiki saluran air secara bersama.

Baca :  Presiden Jokowi Tinjau Sarana Terdampak Banjir di Kalsel

“Hasil dari pertemuan tersebut salah satu solusinya ialah perbaikan saluran air dan mudah-mudahan ini menjadi solusi terbaik untuk mengatasi banjir,” bebernya.

Ditempat yang sama, Lurah Cikaret Hasan Sutisna mengatakan, win win solusi seperti itu memang sudah ada, hanya saja butuh mengubah kultur masyarakat. Kemudian, perbaikan drainase (saluran air) yang membutuhkan anggaran.

“Memang drainase di Jalan Kapten Yusuf itu kita akui kecil, dan apabila mau diperbesar tentunya harus dirombak semua gorong-gorongnya,” terangnya.

Menurutnya, perbaikan drainase ini akan melibatkan beberapa pihak karena dalam gorong-gorong terdapat sambungan kabel listrik, kabel PDAM dan lain sebagainya. “Jadi itu yang harus kita benahi dulu,” jelasnya.

Baca :  Pancaroba, Camat Bogor Selatan Minta Waspadai DBD

Kemudian, sambung Hasan, terkait pengajuan akan dilakukan bersama apakah ke propinsi atau ke pemerintah daerah masing-masing (kota-kabupaten).

“Jadi di sini apakah menggunakan anggaran kota atau anggaran yang dimiliki desa dalam hal ini Pemkab Bogor. Tapi intinya tadi kita menyepakati untuk sama-sama membenahi saluran air supaya airnya tidak meluap ke jalan dan masuk ke rumah warga,” katanya.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *