LEAD.co.id | Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia (Dema PTKIN) se Indonesia menegaskan menolak Oligarki Ekonomi dan UU Cipta Kerja karena akan banyak pihak yang dirugikan.
Onky Fachrur Rozie Koordinator Pusat DEMA PTKIN Se Indonesia menyatakan bahwa, Mahasiswa beserta elemen masyarakat lainnya menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law. Pihaknya juga menyatakakn menolak praktik Oligarki Ekonomi yang diterapkan di Indonesia.
“Kita Menegaskan bahwa DEMA PTKIN Se Indonesia menolak Oligarki Ekonomi dan UU Cipta Kerja Omnibus Law,” tegas Onky
Presiden Mahasiswa Dema UIN Yogyakarta juga menegaskan bahwa pihaknya juga akan mengirimkan Surat Terbuka Penolakan Omnibus Law kepada Presiden RI pada Momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai bentuk bahwa Mahasiswa akan terus berteriak menolak untuk kepentingan masyarakat luas.
“Di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda ini kami akan mengirimkan surat terbuka kepada Bapak Joko Widodo sebagai bentuk penolakan kami terkait Omnibus Law,” ujar Rifaldi Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Selanjutnya, pihak Dema PTKIN juga menantang pemerintah untuk dialog publik terkait UU Cipta Kerja yang dinilai bermasalah dan catat.
Seperti yang di ketahui, pengesahan UU Cipta Kerja dianggap cacat karena dalam proses pembahasannya tertutup dan minim partisi publik.





