Di Tiongkok, Kementan Lobi Anggota CAWA Kuatkan Ekspor Buah Indonesia

77
0

LEAD.co.id | Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementerian Pertanian (Kementan) Banun Harpini, mengunjungi Agricultural Wholesale Market Association (CAWA) yang berlangsung di China, Rabu (13/11/2019).

“Di sana, kami fokus membahas akses pasar ekspor komoditas buah tropis seperti buah naga, nanas, durian dan mangga. Kemudian ada juga membuka peluang untuk sarang burung walet, ayam beku, dan babi Indonesia,” ujar Banun, Rabu waktu setempat.

Banun mengatakan, kehadiran Indonesia di ajang pasar ekspor ini juga sebagai upaya menyelesaikan protokol ekspor buah, serta meminta anggota CAWA melakukan trsnsaksi bisnis buah pada otoritas General Administration of Customs China (GACC).

“Indonesia sebenarnya telah menguasai 75 persen pasar Tiongkok, tapi kami tetap meminta CAWA agar membantu meningkatkan volume ekspor yang hanya 5 persen dari total potensi SBW kita setiap tahunnya,” katanya.

Baca :  10 Widyaiswara Kementan Mengikuti Sosialisasi e-Learning di LAN

Banun menjelaskan, dukungan yang dimaksud itu antara lain mengusulkan pajak nilai tambah (VAT), yang dikenakan kepada SBW Indonesia bisa dikurangi. Sebab, pajak yang saat ini mencapai 13 persen dinilai memberatkan karena berdampak langsung pada berkurangmya daya saing SBW Indonesia.

“Sementara Tiongkok memberlakukan VAT unt produk sejenis dari luar Indonesia sebesar 9 persen,” katanya.

Masih terkait dengan potensi SBW, kata Banun, Indonesia juga telah menyampaikan berbagai peluang investasi pada pengembangan undustri minuman dan makanan SBW, terutama produk olahan yang dihasilkan melalui industri di Kalimantan Timur.

Baca :  Menristekdikti Lepas 45 Mahasiswa Indonesia Study ke Tiongkok

“Kaltim adalah penghasil SBW terbesar karena ada 2.550 rumah walet yang tersebar di daerah teraebut. Walet di sana juga memiliki kualitas baik. Yang jelas Kaltim memiliki prospek yang sangat baik sebagai tempat investasi di bidang pengembangan SBW,” katanya.

Untuk diketahui, Negara Tiongkok mengalami kejadian outbreak penyakit African Swine Fever (ASF), dimana 50 persen populasi babi di Tiongkok mati. Karena itu, Banun mengaku telah menawarkan pemerintah Tiongkok untuk mengimpor babi dari Indonesia.

“Saya sampaikan bahwa Indonesia siap mensuplai kebutuhan daging babi Tiongkok dengan babi dari pulau Bulan. Kemudian sebagai alternatif pengganti sumber protein hewani di Tiongkok, Indosesia juga siap mensuplai daging ayam beku yang terbukti sukses masuk pasar Papua New Guinea dan Timor Leste,” katanya.

Baca :  Tingkatkan Kinerja, Puslatan Adakan Bimtek Sistem Manajemen Mutu (ISO)

Sementara itu, Vice Chairman CAWA, Mr. Shaoping Na menyampaikan terimakasih atas kehadiran Indonesia pada gelaran pasar ekspor ini. Dia menyampaikan bahwa Tiongkok siap memegang komitmen untuk membantu menurunkan VAT SBW Indonesia menjadi 9 persen.

“Karena bagaimanapun juga, Tiongkok memerlukan importasi SBW yang lebih besar dari Indonesia sebagai penghasil utama SBW di dunia,” katanya.

Shaoping menambahkan, CAWA juga akan mendorong para anggotanya untuk aktif meningkatkan perdangan buan tropis Indonesia di pasar Tiongkokk. “Secara khusus kami akan segera menginformasikan anggota kami untuk mensuplai daging babi dari pulau bulan,” tukasnya. (SM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here