Diah Pitaloka : Dengan Budaya Bisa Saling Merangkul, Memajukan dan Mensupport

oleh -296 views
Redaksi Lead
Pembina Forkind Kokolot Bogor, Diah Pitaloka S.Sos, M.Si saat menghadiri acara Milangkala Ke-7 Forkind Kokolot Bogor, di Gedung Bravo Hitz Never Cobra, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (26/12/2019).

LEAD.co.id | Bogor itu harus berbudaya artinya menempatkan budaya ketengah bukan ke pinggir, karena masyarakat membutuhkan nilai atau tatanan dan pondasi. Dan budaya harus menumbuhkan hal tersebut seperti silih asah silih asih silih asuh.

Disampaikan Pembina Forum Komunitas Independent ( Forkind ) Kokolot Bogor Diah Pitaloka S.Sos, M.Si, seusai menghadiri acara Milangkala Ke-7 Forkind Kokolot Bogor yang bertempat di Gedung Bravo Hitz Never Cobra Jalan Roda 1 Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (26/12/2019).

“Dengan budaya bisa saling merangkul, saling memajukan serta saling mensupport karena pada dasarnya budaya itu tidak lekang. Orang melihat kemajuan itu hanya berupa fisik, tapi justru ketinggalan dalam kerangka budaya, makin kering dan tidak punya anonim artinya tidak punya identitas,” ujar anggota DPR RI Komisi VIII ini.

Baca :  Lestarikan Budaya, Dedie Rachim Lantik Pengurus PPSI Kota Bogor

Diah menekankan, kenapa Bogor harus berbudaya , karena pembangunan yang ada di Bogor itu harus mengetengahkan budaya menjadi karakter, artinya pembangunan karakter itu menjadi penting tidak hanya kemajuan fisik tetapi justru kemajuan manusianya.

“Negara-negara yang maju itu mempertahankan budayanya seperti Jepang, China dan Korea contohnya yang bisa mengkomersilkan budayanya melalui sekolahnya, Perfilemannya,” ungkapnya.

Dirinya berpesan dalam Milangkala Forkind Kokolot Bogor ke 7 ini , kita ingin semangat Bogor Berbudaya dan saya melihat sampai saat ini banyak bermunculan komunitas atau paguyuban Kasundaan yang sifatnya hanya sporadis artinya masih berupa ririungan.

Baca :  Lestarikan Budaya, LSBRC Gelar Festival Silat Cimande

“Saya berharap kedepannya, pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor punya kerangka strategis dalam arti memiliki sebuah konsep bagaimana untuk memajukan budaya, apalagi berbicara tentang masyarakat Bogor yang sangat banyak dengan komunitas-komunitasnya yang punya kepedulian tinggi terhadap budaya dan lingkungannya,” tandas Diah.

Disinilah peran pemerintah Daerah dalam hal ini pihak Pemkot khususnya, harus mempunyai strategi kebudayaan dengan prakteknya seperti kegiatan dialog budaya, festival budaya dan lain-lain.

“Saya rasa tidak harus mahal dalam mengadakan kegiatan tersebut, seperti kata Kadisparbud tadi yang sudah lima tahun ingin membuat pusat kebudayaan sampai sekarang belum bisa terwujud karena terganjal masalah anggaran. Kalau menunggu anggaran besar belum ada, ya kita laksanakan dengan anggaran dari yang terkecil dahulu,” papar kader Partai PDIP ini.

Baca :  Karang Taruna Bogor Selatan Gelar Seni Budaya Sunda

Dalam acara milangkala Forkind Kokolot Bogor ke-7 dengan dibalut acara seni budaya seperti atraksi barongsai, seni budaya sunda ini pun dihadiri oleh pihak Disparbud Kota Bogor, Ka Kesbangpol yang mewakili Wakil Walikota, Muspika, para budayawan dan Organisasi kemasyarakatan FKPPI Kota Bogor. Seperti diketahui bahwa Forkind Kokolot Bogor terbentuk tahun 2012 yang dilatar belakangi karena ingin membantu dan menanggulangi masalah dijalanan. (SM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *